Selasa, 24 Maret 2020

7 Fakta Wisma Atlet Kemayoran yang Disulap Jadi RS Darurat Corona

Wisma Atlet Kemayoran yang disulap menjadi rumah sakit khusus Corona dua tahun lalu merupakan tempat tinggal ribuan atlet dan ofisial Asian Games 2018. Selain itu, ada sederet fakta lain.
Wisma Atlet dialihkan sementara untuk menampung pasien virus Corona. Tak semua tower digunakan, namun hanya empat dari 10 tower yang ada.

Wisma itu sengaja dibangun untuk menampung atlet-atlet dan ofisial peserta Asian Games 2018. Setelah Asian Games, Wisma Atlet itu kosong setelah sempat diwacanakan untuk disewakan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yan kemudian direvisi lagi ditujukan untuk rumah dinas ASN

Selain itu, sejumlah data dan fakta tentang Wisma Atlet dicatat. Apa saja?

Berikut rangkuman fakta Wisma Atlet di Kemayoran yang perlu diketahui traveler;

1. Wisma Atlet resmi dijadikan RS Darurat Penanganan COVID-19
Wisma Atlet Kemayoran mulai difungsikan sebagai Rumah Sakit Darurat Penanggungan COVID-19 sejak Senin, 23 Maret 2020. Presiden Jokowi pun telah meninjau, dan mengatakan tempat ini siap untuk dijadikan tempat penampungan pasien Corona.

"Saya baru saja mengecek kesiapan Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat yang sore ini, Insya Allah, siap dimanfaatkan untuk penanganan virus COVID-19," tulis Jokowi di halaman instagram.

2. Wisma Atlet memiliki kapasitas 24.000 orang
Menurut Presiden Jokowi di Instagramnya, wisma atlet memiliki kapasitas 24.000 orang, sekarang telah disiapkan untuk menampung 3000 pasien dengan pembagian wilayah dan ruang yang telah ditata. Namun, Jokowi berharap rumah sakit yang telah ada sebelumnya tetap digunakan untuk menangani virus Corona. Sehingga, pasien tak perlu ditangani rumah sakit darurat COVID-19 ini

"Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24.000 orang, dan telah kita siapkan untuk 3.000 pasien dengan pembagian wilayah dan ruang yang telah ditata, baik untuk pasien, untuk dokter, untuk paramedis, dan lain-lain," tulis Jokowi.

3. Memiliki 10 Tower, Dipakai RS Corona 4 Tower

Wisma atlet memiliki 10 tower dan mampu menampung hingga 22.200 orang. Tapi, untuk RS Corona hanya tiga tower yang digunakan. Empat tower itu dibagi menjadi tiga zona.

Yang pertama, Zona Hijau, di Tower 1, diisi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Hanya orang yang berkepentingan yang bisa memasuki daerah ini.

Kedua, Zona Kuning yaitu Tower 3, diisi oleh dokter, perawat dan petugas paramedis lainnya.

Ketiga, Zona Merah, Tower 6-7, yaitu RS Darurat Penanganan COVID-19. Hanya mereka yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap yang bisa masuk ke zona ini selain pasien.

4. Berbagai modifikasi dilakukan
Modifikasi dilakukan di lantai 1,2,3 dan tower 7. Di dalamnya ada laboratorium, farmasi, radiologi, dan ICU.

Di tower 6, secara utuh mulai lantai 1 hingga 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Satu kamar diperkirakan dapat menampung dua hingga tiga orang pasien.

5. Air dan listrik tersedia
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan ketersediaan pasokan listrik dan air di Wisma Atlet. Sebanyak 400 kamar disiapkan sebagai ruang observasi.

"Kami membangun ruangan observasi sebanyak 400 kamar tidur yang nantinya mudah-mudahan nggak perlu ditambah. Tapi, kalau perlu, (ditambah) sampai seribu," kata Basuki.

6. Pembangunan Telan Biaya Rp 3,4 T
Pembangunan Wisma Atlet Kemayoran menelan biaya hingga Rp 3,4 dan dibangun dalam tempo satu tahun.

7. Di Beberapa Bagian, Ramah Disabilitas
Selain digunakan untuk tempat tinggal atlet dan ofisial Asian Games 2018, Wisma Atlet Kemayoran itu juga digunakan sebagai asrama atlet dari negara-negara Asia pada Asian Para Games 2018. Makanya, sejumlah tower didesain ramah disabilitas.

Traveler, Ini Arti dari ODP, PDPD, Suspect, dan Physical Distancing

Belakangan setelah virus Corona mewabah, muncul sejumlah istilah baru. Seperti suspect, ODP, dan PDP. Apa sih artinya?
Virus Corona tak kenal ampun menyebar di berbagai belahan dunia setelah muncul pertama di Wuhan, China. Termasuk di Indonesia.

Seiring masuknya virus Corona, beberapa istilah baru juga mencuat. Apa saja?

Berikut tentang istilah suspect, ODP, PDP, dan lainnya:

1. Suspect
Istilah suspect diberikan kepada orang yang diduga kuat terkena virus Corona. Seperti dia memiliki riwayat bepergian ke negara terjangkit corona atau melakukan kontak dengan pasien positif.

Pasien suspect virus Corona harus menjalani pemeriksaan. Itu dilakukan untuk mengetahui dia positif terpapar virus Corona atau tidak.

2. ODP
Dikutip dari situs Posko Tanggap Virus Corona Pemprov DKI Jakarta, ODP adalah Orang Dalam Pemantauan virus Corona. Mereka yang masuk kategori ODP yakni orang yang mengalami gejala demam lebih dari 38 derajat celcius atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia. Serta memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

3. PDP
Dikutip dari situs Posko Tanggap Virus Corona Pemprov DKI Jakarta, PDP adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona. Syarat PDP yakni orang mengalami gejala demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius atau ada riwayat demam, ISPA, pneumonia ringan hingga berat. Selain itu memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif virus corona.

4. Social Distancing
Social distancing atau jaga jara sosial arus dilakukan oleh semua orang, baik yang terekspose Covid 19 atau tidak.

Tindakan ini meliputi menghindari jabat tangan dan kerumunan massa, jaga jarak paling tidak 2 meter dengan orang lain, serta sebisa mungkin untuk tinggal di rumah, terutama ketika sakit.

5. Physical Distancing
Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) mengubah penerapan social distancing menjadi physical distancing. Physical distancing merupakan aksi menjaga jarak fisik.

5. APD
Terakhir, istilah APD sebagai kependekan dari alat pelindung diri dari virus Corona. Peralatan itu amat dibutuhkan oleh tenaga medis dan pegawai di rumah sakit hingga pemakaman yang berhubungan langsung dengan pasien terinfeksi virus Corona.

Agar pemakai aman, APD hanya sekali pakai. Tapi, justru harganya sangat mahal belakangan ini.

7 Fakta Wisma Atlet Kemayoran yang Disulap Jadi RS Darurat Corona

Wisma Atlet Kemayoran yang disulap menjadi rumah sakit khusus Corona dua tahun lalu merupakan tempat tinggal ribuan atlet dan ofisial Asian Games 2018. Selain itu, ada sederet fakta lain.
Wisma Atlet dialihkan sementara untuk menampung pasien virus Corona. Tak semua tower digunakan, namun hanya empat dari 10 tower yang ada.

Wisma itu sengaja dibangun untuk menampung atlet-atlet dan ofisial peserta Asian Games 2018. Setelah Asian Games, Wisma Atlet itu kosong setelah sempat diwacanakan untuk disewakan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yan kemudian direvisi lagi ditujukan untuk rumah dinas ASN

Selain itu, sejumlah data dan fakta tentang Wisma Atlet dicatat. Apa saja?

Berikut rangkuman fakta Wisma Atlet di Kemayoran yang perlu diketahui traveler;

1. Wisma Atlet resmi dijadikan RS Darurat Penanganan COVID-19
Wisma Atlet Kemayoran mulai difungsikan sebagai Rumah Sakit Darurat Penanggungan COVID-19 sejak Senin, 23 Maret 2020. Presiden Jokowi pun telah meninjau, dan mengatakan tempat ini siap untuk dijadikan tempat penampungan pasien Corona.

"Saya baru saja mengecek kesiapan Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat yang sore ini, Insya Allah, siap dimanfaatkan untuk penanganan virus COVID-19," tulis Jokowi di halaman instagram.

2. Wisma Atlet memiliki kapasitas 24.000 orang
Menurut Presiden Jokowi di Instagramnya, wisma atlet memiliki kapasitas 24.000 orang, sekarang telah disiapkan untuk menampung 3000 pasien dengan pembagian wilayah dan ruang yang telah ditata. Namun, Jokowi berharap rumah sakit yang telah ada sebelumnya tetap digunakan untuk menangani virus Corona. Sehingga, pasien tak perlu ditangani rumah sakit darurat COVID-19 ini

"Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24.000 orang, dan telah kita siapkan untuk 3.000 pasien dengan pembagian wilayah dan ruang yang telah ditata, baik untuk pasien, untuk dokter, untuk paramedis, dan lain-lain," tulis Jokowi.

3. Memiliki 10 Tower, Dipakai RS Corona 4 Tower

Wisma atlet memiliki 10 tower dan mampu menampung hingga 22.200 orang. Tapi, untuk RS Corona hanya tiga tower yang digunakan. Empat tower itu dibagi menjadi tiga zona.

Yang pertama, Zona Hijau, di Tower 1, diisi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Hanya orang yang berkepentingan yang bisa memasuki daerah ini.