Sabtu, 21 Maret 2020

Menikmati Musim Gugur di Tokyo, Jepang

 Jepang merupakan negara di Asia yang menawarkan keindahan. Taman-taman kotanya membuat turis tertarik untuk mengunjunginya di musim gugur.

Negara-negara dengan 4 musim di berbagai belahan dunia memiliki musim gugur. Jepang adalah salah satunya. Sebagai salah satu negara di Asia yang menawarkan pemandangan musim gugur yang indah dan eksotis, Jepang seringkali menjadi tujuan pariwisata bagi para turis dari seluruh Asia yang hendak menikmati musim gugur.

Selain Kyoto, Osaka dan Fuji Five Lakes, Tokyo juga masih menjadi tempat favorit bagi para turis mancanegara untuk meluangkan waktu menikmati musim gugur di Jepang. Taman-taman besar di pusat kota Tokyo seperti Yoyogi Park, Shinjuku Gyoen National Garden serta Ueno Park merupakan taman-taman kota yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Ketiga taman tersebut merupakan taman-taman kota yang selalu menjadi tempat favorit untuk dikunjungi oleh turis mancanegara di musim-musim tertentu, seperti musim semi dan musim gugur.

Akan tetapi, selain dari ketiga taman tersebut, ternyata Tokyo menyimpan keindahan alam musim gugurnya di suatu taman lain yang bernama Showa Kinen Koen. Showa Kinen Koen atau Showa Memorial Park merupakan suatu taman yang terletak di daerah Tachikawa dengan jarak sekitar 30 menit dari pusat kota Tokyo dengan menggunakan kereta. Taman dengan luas sekitar 160 hektare ini merupakan destinasi populer bagi para turis yang hendak melihat keindahan pohon ginko dan pohon maple saat musim gugur tiba. Taman ini juga dapat menjadi objek wisata pilihan bagi para turis yang hendak menikmati musim gugur jauh dari hiruk-pikuk kota metropolitan seperti Tokyo.

Biasanya, pohon-pohon di taman ini mengalami puncak pergantian warna (disebut juga koyo dalam bahasa Jepang) pada pertengahan bulan November. Apabila sobat d'traveler datang ke taman ini pada pertengahan bulan November, maka sobat d'traveler dapat melihat daun-daun pohon ginko yang telah berubah warna menjadi kuning terang dan mulai berguguran. Selain itu, sobat detiktravel juga dapat melakukan aktivitas momijigari, yaitu berburu daun momiji yang telah berubah warna dari hijau menjadi cokelat kemerahan. Momijigari merupakan suatu aktivitas yang biasa dilakukan oleh warga Jepang di setiap musim gugur. Sebagai informasi tambahan, daun momiji dari pohon maple yang berbentuk menjari merupakan daun yang menjadi ciri khas dari musim gugur di Jepang.

Meskipun Showa Memorial Park terletak cukup jauh dari pusat kota Tokyo, namun taman ini cukup mudah untuk diakses dengan menggunakan kereta. Sobat detiktravel yang hendak mengunjungi taman ini dapat berangkat melalui Tokyo Station maupun JR Shinjuku Station dengan menggunakan JR Chuo Line (Rapid) dan turun di Tachikawa Station. Sesampainya di Tachikawa Station, maka sobat d'traveler dapat menuju Showa Memorial Park dengan berjalan kaki selama 15-20 menit. Adapun harga tiket masuk ke taman ini ialah 450 yen. Meskipun terbilang cukup mahal, tetapi taman ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi di musim gugur dan juga di musim semi karena pemandangannya yang indah.

6 Destinasi yang Wajib Didatangi di Jaipur, India (2)

3. City Palace

City Palace terletak berdekatan dengan Hawa Mahal. Istana ini dibangun antara tahun 1729-1732 oleh Sawai Jai Singh II dengan memadukan arsitektur Eropa, Mughal dan Rajput. Untuk masuk ke dalam City Palace, para wisatawan harus membayar INR 500 atau sekitar Rp 100.000,00. Tempat ini dibuka dari jam 09.00 pagi sampai jam 17.00 sore.

Memasuki gerbang City Palace, para wisatawan akan disambut dengan pertunjukan tarian dan nyanyian khas India. Kalian bisa memberikan sedikit rupee jika kalian suka dengan pertunjukan yang mereka buat.

Di dalam istana terdapat beberapa bangunan yaitu Mubarak Mahal, Pritam Niwas Chowk, Chandra Mahal, Diwan I Khas, Diwan i Aam, Baaghi Khana dan Maharani Palace. Chandra Mahal masih digunakan oleh keluarga raja sebagai tempat tinggal, sehingga pengunjung dilarang masuk. Namun ada satu bagian yang terbuka untuk umum yaitu lantai dasar Chandra Mahal bagian barat. Di bagian ini terdapat koleksi keluarga raja seperti foto-foto lama, lukisan dan beberapa cermin.

Pritam Niwas Chowk terkenal dengan gerbang 4 musimnya, yaitu Gerbang Lotus (Musim Panas), Gerbang Hijau (Musim Semi), Gerbang Mawar (Musim dingin) dan Gerbang Burung Merak (Musim Gugur). Daya tarik utama lainnya yang harus dikunjungi adalah Diwan I-Khas yang terletak di halaman Mubarak Mahal. Untuk mengetahui lebih banyak sejarah tentang City Palace, kalian bisa menyewa tour guide yang berada di samping tiket masuk. Mereka akan mengantarkan kalian keliling City Palace sambil menceritakan sejarah bangunan tersebut. Untuk harga, kalian bisa tawar menawar di sana.

4. Amer Fort

Amer Fort atau Amer Palace adalah benteng sekaligus istana yang memiliki bentuk seperti tembok raksasa yang ada di China. Benteng dan istana ini dibangun oleh Raja Man Singh I dan Raja Rajput Maharajas yang berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga Raja. Saya dan teman-teman datang kesini pada pagi hari, karena kami ingin mendapatkan momen matahari terbit di Amer Fort. Untuk masuk kedalam Amer Fort, para wisatawan akan dikenakan biaya tiket sebesar 200 rupee. Kalian bisa mencapai pintu gerbang dengan berjalan kaki, mengendarai jeep atau dengan naik Gajah.

5. Jaigarh Fort

Jaigarh Fort terletak 15 km dari pusat Kota Jaipur. Benteng ini dibangun oleh Sawai Jai Singh II pada tahun 1726 yang berfungsi sebagai pelindung dari Amer Fort. Sehingga Jaigarh Fort dikenal sebagai Victory Fort atau benteng terkuat di Jaipur.

Daya tarik utama dari benteng ini adalah Jaivana CannonÂyang merupakan meriam terbesar pada saat itu. Meriam ini memiliki berat 50 ton dan diameter 11 inci. Meriam ini bisa berputar hingga 360 derajat sehingga memungkinkan untuk melakukan tembakan ke segala arah.

Selain terkenal dengan meriamnya, Jaigarh fort juga memiliki taman indah bernama Aaram Bagh. Dari sini, kalian akan disuguhkan pemandangan sekeliling yang sangat menawan. Kalian bisa melihat Sagar Lake dan juga replika tembok China milik Amer Fort. Untuk tiket masuk, kalian dikenakan biaya 100 rupee atau 20 ribu rupiah.

6. Nahargarh Fort

Jika Jal Mahal dikenal dengan spot sunrisenya, maka berbeda dengan Nahargarh Fort. Tempat ini dikenal dengan spot sunset terbaik di Jaipur. Saya dan teman-teman sampai di Nahargarh Fort pada jam 17.00 sore. Namun kami tidak bisa masuk ke dalam area benteng karena benteng tersebut sudah tutup. Nahargarh Fort buka dari jam 10.00 pagi sampai 17.00 sore. Padahal berdasarkan referensi yang kami peroleh, benteng ini tutup pada jam 18.00 malam. Namun kenyataannya berbeda.

Sehingga kami akhirnya berpindah ke Padao Restaurant, yang letaknya berdekatan dengan Nahargarh Fort. Dari sini, kami masih bisa melihat sunset dengan pemandangan kota Jaipur yang begitu indah. Anyway, untuk melihat sunset dari restaurant ini, kalian harus membayar 100 Rupee atau sekitar 20 ribu rupiah. Nantinya kalian akan mendapatkan welcome drink berupa Chai Tea atau air mineral. Kalian bisa memilih salah satu di antara minuman tersebut.