Sabtu, 21 Maret 2020

Kota Langsa Merintis Kebun Raya

Ratusan batang pohon ditanam di Desa Timbang Langsa, Langsa Baro, Kota Langsa. Kawasan ini nantinya akan dijadikan destinasi wisata Kebun Raya Langsa.

Wali Kota Langsa, Usman Abdullah mengatakan penanaman pohon ini nantinya menjadikan Kebun Raya Langsa sebagai destinasi wisata ramah lingkungan yang mampu menjaga keseimbangan alam untuk generasi yang akan datang.

"Tujuannya agar bermanfaat bagi alam. Penanaman pohon sangat penting dalam kehidupan manusia seperti menjaga keseimbangan alam dari pemanasan global, pemanasan bumi dan penyerapan karbon," kata Toke Seuem sapaan akrab Wali Kota Langsa kepada wartawan, Sabtu (5/1/2019).

Usman menambahkan sebagai manusia yang hidup di bumi, diharapkan minimal menanam pohon setiap orang 20 batang ataupun lebih karena untuk masa depan kehidupan generasi akan datang.

Sementara Wakil Wali Kota Langsa Marzuki Hamid menyebutkan ada sekitar 45 hektar lahan yang akan dijadikan destinasi baru tersebut dengan target tanaman buah dapat dinikmati oleh setiap pengunjung.

"Kita telah mewacanakan menanam pohon berbuah minimal 200 batang dari berbagai jenis pohon antara lain durian, mangga, sirsak, rambutan, aren, pete, jambu, matoa, jeruk, manggis dan kurma, tentu juga masih banyak jenis lainnya," sebut Marzuki Hamid.

Kebun raya ini merupakan hutan dengan menggabungkan fungsi lindung dan produksi berupa hutan tanaman yang tidak hanya menghasilkan kayu, namun juga buah-buahan dan hasilnya seperti jasa lingkungan baik pariwisata, air, dan karbon.

"Kementerian LHK memiliki program yaitu hutan serba guna. Kita adalah salah satu daerah yang giat dalam menanam pohon maka sebagai penghargaan mereka memberi puluhan ribuan bibit kepada kita. Jadi kita tanam dan tanaman ini kita manfaatkan untuk destinasi wisata," tambah Marzuki.

Untuk mendukung sarana dan prasarana wisata, pihaknya telah merencanakan pembangunan berbagai fasilitas seperti jalan setapak pemondokan dan lain sebagainya.

Libur Akhir Pekan di Aceh Besar, Main Arung Jeram Yuk!

 Akhir pekan enaknya diisi dengan kegiatan seru. Di Aceh Besar, kamu bisa mencoba arung jeram.

Untuk yang suka adrenalin tinggi, kamu bisa mencoba liburan di Aceh. Ada satu lokasi wisata di Aceh Besar yang bisa kamu kunjungi tepatnya di kawasan perbukitan Jalin, Jantho. Inilah wisata air arung jeram dengan kegiatan mengarungi jeram-jeram sungai yang sangat menantang!

Dengan debit air yang besar, titik awal penempatan perahu dimulai sekitar jembatan rangka baja Desa Jalin, lalu mengarungi sekitar tujuh kilometer sungai atau kurang lebih satu jam perjalanan menuju titik akhir atau finish, dengan seru dan menantang.

Dalam mengarungi sungai kita akan terus diarahkan atau dipandu oleh skipper selama di dalam perahu. Ini tentunya agar aman dalam mengarungi sampai titik finish.

Lokasi wisata ini tidak terlalu jauh dari Kota Banda Aceh. Kita hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan darat menuju lokasi yang berada di kawasan Aceh Besar ini.

Dua Jempol untuk Keindahan Pantai Kelingking

Di Nusa Penida, Bali ada destinasi unik namanya Pantai Kelingking. Keindahan alamnya viral banget di media sosial.

Mendengar nama kelingking maka yang terbayang adalah anggota jari-jemari yang paling kecil. Tetapi saat menyebutkan Pantai Kelingking di Nusa Penida maka jangan membayangkan pantai kecil yang tak nampak. Justru sebaliknya, Pantai Kelingking adalah sebuah pantai indah dengan nama besar yang sudah terkenal sebagai lokasi wisata di Nuda Penida.

Tidak ada yang tahu pasti mengapa pantai ini disebut Pantai Kelingking, pantai ini terletak di Banjar Karang Dawa, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida sehingga warga lokal mengenal pantai ini sebagai Pantai Karang Dawa. Bentuk pantainya sendiri nampak seperti siluet T-Rex jika dilihat dari atas tebing .

Pada awalnya tempat ini disebut Kelingking Secret Point karena pengunjung hanya bisa menikmati pemandangan dari kejauhan. Namun sekarang di tebing yang berbentuk seperti T-Rex sudah dibuat tangga menuju ke pantai di bawahnya.

Dengan pengaman berupa pagar bambu, wisatawan yang ingin melihat pantai berpasir putih dengan air yang jernih bergradasi, bisa menuruni tebing. Namun jalan yang harus dilalui cukup panjang dan melelahkan terlebih saat naik kembali ke atas. Namun dari cerita wisatawan yang turun pemandangan pantai di bawah memang luar biasa, sesuai dengan usaha untuk mencapainya.

Saya dan teman-teman sih memilih untuk menikmati pantai dari atas tebing saja. Lokasi Pantai Kelingking terbilang ramai, banyak warung yang menyediakan makanan dan minuman.Toilet juga tersedia di sini.

Saat akan berfoto juga terdapat antrean panjang, sambil menunggu kita bisa menikmati pemandangan indah di bawah tebing. Pengunjung Nusa Penida biasanya menikmati makan siang di sini, baik membawa nasi kotak maupun memesan makanan langsung dari warung-warung yang ada .

Cuaca di sini juga sangat panas. Mengenakan pakaian yang nyaman dan memakai topi serta kacamata hitam sangat dianjurkan .Hati-hati juga saat mengambil foto , karena lokasi berupa tebing yang hanya diberi pagar bambu sebagai pengaman.

Tempat berfoto yang paling pas sudah disediakan oleh pengelola, dan pada bagian ini tidak ada pagar pengaman sehingga pengunjung yang ingin berfoto betul-betul harus berhati-hati dan menjaga keselamatan. Jangan hanya karena ingin berfoto sampai mengabaikan unsur keamanan diri sendiri dan orang lain. Selamat berwisata!

Kota Langsa Merintis Kebun Raya

Ratusan batang pohon ditanam di Desa Timbang Langsa, Langsa Baro, Kota Langsa. Kawasan ini nantinya akan dijadikan destinasi wisata Kebun Raya Langsa.

Wali Kota Langsa, Usman Abdullah mengatakan penanaman pohon ini nantinya menjadikan Kebun Raya Langsa sebagai destinasi wisata ramah lingkungan yang mampu menjaga keseimbangan alam untuk generasi yang akan datang.

"Tujuannya agar bermanfaat bagi alam. Penanaman pohon sangat penting dalam kehidupan manusia seperti menjaga keseimbangan alam dari pemanasan global, pemanasan bumi dan penyerapan karbon," kata Toke Seuem sapaan akrab Wali Kota Langsa kepada wartawan, Sabtu (5/1/2019).

Usman menambahkan sebagai manusia yang hidup di bumi, diharapkan minimal menanam pohon setiap orang 20 batang ataupun lebih karena untuk masa depan kehidupan generasi akan datang.

Sementara Wakil Wali Kota Langsa Marzuki Hamid menyebutkan ada sekitar 45 hektar lahan yang akan dijadikan destinasi baru tersebut dengan target tanaman buah dapat dinikmati oleh setiap pengunjung.

"Kita telah mewacanakan menanam pohon berbuah minimal 200 batang dari berbagai jenis pohon antara lain durian, mangga, sirsak, rambutan, aren, pete, jambu, matoa, jeruk, manggis dan kurma, tentu juga masih banyak jenis lainnya," sebut Marzuki Hamid.

Kebun raya ini merupakan hutan dengan menggabungkan fungsi lindung dan produksi berupa hutan tanaman yang tidak hanya menghasilkan kayu, namun juga buah-buahan dan hasilnya seperti jasa lingkungan baik pariwisata, air, dan karbon.