Sabtu, 21 Maret 2020

Festival Kerajaan Es Terbesar Sedunia akan Dibuka

 Festival es dan salju terbesar di dunia akan dimulai di China. Inilah acara spesial saat musim dingin tiba dari Negeri Tirai Bambu.

Melansir CNN Taravel, Sabtu (5/1/2019), hawa dingin yang menggetarkan gigi akan menyambut Anda yang datang ke Kota Harbin. Ya benar, inilah Festival Internasional Patung Es dan Salju Harbin (Harbin International Ice and Snow Sculpture Festival).

Terletak di Provinsi Heilongjiang di Cina bagian utara, ini adalah festival salju dan es terbesar di dunia. Akan ada banyak instalasi yang spektakuler juga instagramable juga aktivitas yang seru.

Festival Internasional Patung Es dan Salju Harbin adalah festival tahunan yang berlangsung dari 5 Januari hingga 5 Februari. Akan tetapi beberapa tempat wisata di sana terbuka bagi pengunjung sebelum upacara pembukaan.

Yang terbuka itu termasuk yang paling populer di antara semuanya adalah Dunia Es dan Salju Harbin. Instalasi di Festival Internasional Patung Es dan Salju Harbin dibuat dengan balok es yang ditarik dari Sungai Songhua di dekatnya.

Tahun ini, area Festival Internasional Patung Es dan Salju Harbin mencakup lebih dari 600.000 meter persegi dan di dalamnya ada lebih dari 100 landmark. Keseluruhan instalasi terbuat dari 110.000 meter kubik es dan 120.000 meter kubik salju.

Selain berjalan di atas kastil es raksasa yang diterangi cahaya, landamark yang jadi sorotan lain adalah patung Buddha yang terbuat salju. Terbuat dari salju, luasnya lebih dari 4.500 meter persegi.

Ada pula pertunjukan cahaya 3D dan seluncuran es bertema Cahaya Aurora sepanjang 340 meter. Pengunjung juga dapat melihat karya-karya pematung dari 12 negara yang berbeda, semuanya ada di Festival Internasional Patung Es dan Salju Harbin karena ada kompetisi tahunannya.

Tiket masuk ke Festival Internasional Patung Es dan Salju Harbin seharga RMB 330 atau Rp 685 ribu (kurs saat ini). Ada juga banyak kegiatan gratis di sekitar kota untuk dinikmati hingga akhir Februari, termasuk adanya instalasi 2.019 manusia salju dengan berbagai bentuk dan ukuran yang dibangun di sepanjang Sungai Songhua.

Pertama kali dirayakan pada tahun 1985, Festival Internasional Patung Es dan Salju Harbin terinspirasi oleh lentera tradisional Heilongjiang yang diukir dari es dan diterangi oleh lilin. Merayakannya ke-35 pada 2019, ini salah satu festival musim dingin terbaik di dunia, sejajar dengan Sapporo Snow Festival di Jepang, Quebec Winter Carnival di Kanada dan Holmenkollen Ski Festival di Norwegia.

Dua Jempol untuk Keindahan Pantai Kelingking

Di Nusa Penida, Bali ada destinasi unik namanya Pantai Kelingking. Keindahan alamnya viral banget di media sosial.

Mendengar nama kelingking maka yang terbayang adalah anggota jari-jemari yang paling kecil. Tetapi saat menyebutkan Pantai Kelingking di Nusa Penida maka jangan membayangkan pantai kecil yang tak nampak. Justru sebaliknya, Pantai Kelingking adalah sebuah pantai indah dengan nama besar yang sudah terkenal sebagai lokasi wisata di Nuda Penida.

Tidak ada yang tahu pasti mengapa pantai ini disebut Pantai Kelingking, pantai ini terletak di Banjar Karang Dawa, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida sehingga warga lokal mengenal pantai ini sebagai Pantai Karang Dawa. Bentuk pantainya sendiri nampak seperti siluet T-Rex jika dilihat dari atas tebing .

Pada awalnya tempat ini disebut Kelingking Secret Point karena pengunjung hanya bisa menikmati pemandangan dari kejauhan. Namun sekarang di tebing yang berbentuk seperti T-Rex sudah dibuat tangga menuju ke pantai di bawahnya.

Dengan pengaman berupa pagar bambu, wisatawan yang ingin melihat pantai berpasir putih dengan air yang jernih bergradasi, bisa menuruni tebing. Namun jalan yang harus dilalui cukup panjang dan melelahkan terlebih saat naik kembali ke atas. Namun dari cerita wisatawan yang turun pemandangan pantai di bawah memang luar biasa, sesuai dengan usaha untuk mencapainya.

Saya dan teman-teman sih memilih untuk menikmati pantai dari atas tebing saja. Lokasi Pantai Kelingking terbilang ramai, banyak warung yang menyediakan makanan dan minuman.Toilet juga tersedia di sini.

Saat akan berfoto juga terdapat antrean panjang, sambil menunggu kita bisa menikmati pemandangan indah di bawah tebing. Pengunjung Nusa Penida biasanya menikmati makan siang di sini, baik membawa nasi kotak maupun memesan makanan langsung dari warung-warung yang ada .

Selain Batik, Trusmi juga Punya Museum di Cirebon

Kampung Batik Trusmi di Cirebon merupakan salah satu destinasi wisata belanja batik favorit. Selain itu, traveler juga bisa belajar banyak di museumnya.

Di Kampung Batik Trusmi kini ada museum anyar, namanya Trusmi Park Museum alias Trupark Museum. Museum anyar ini dirilis pada akhir tahun lalu.

Usai berbelanja batik, pengunjung bisa menikmati sejarah dan pembuatan batik yang ada di Cirebon. Tak hanya itu, Trupark Museum juga menyediakan pojok istimewa bagi para pengunjung yang ingin berswafoto.

"Memang Trupark Museum ini dibuat untuk edukasi tentang batik dan swafoto pengunjung. Ada pojok city of batik, yang menggambarkan tentang Cirebon dan batik, kemudian kisah lima topeng Cirebon," kata Guest Service Trupark Museum, Yosi Risdiyanto saat berbincang dengan detikTravel di Trupark Museum, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (3/1/2018).

Di Trupark Museum terdapat koleksi sejumlah cetakan batik. Kemudian, koleksi berbagai bentuk canting dan alat untuk membatik. Sejumlah motif batik pada era kesultanan hingga modern pun dipamerkan.

Selain itu, Trupark Museum juga menyuguhkan video mapping yang menampilkan motif-motif batik. Mata pengunjung semakin dimanjakan. Kemudian, pengunjung juga diajak untuk menonton video tentang kampanye pelestarian batik yang ditampilkan dalam mini taeter.

Pengunjung juga bia menyaksikan proses pembuatan batik, baik itu proses batik tulis maupun proses batik cetak. Bahkan sampai kepada proses penjemuran kain batik.

Yosi mengatakan, Trupark Museum diharapkan bisa membuka wawasan masyarakat tentang proses pembuatan batik. Tujuannya, lanjut dia, agar masyarakat memiliki kecintaan dan gairah untuk melestarikan batik.

"Kita berikan edukasi, masyarakat akan tahu bagaimana prosesnya, bagaiamana sejarahnya, kerumitan-kerumitan dalam proses pembuatan batik. Masyarakat akan menghargai batik," ucap Yosi.

Yosi menyebutkan, untuk tiket masuk ke Trupark Museum seharga Rp 50 ribu untuk umum dan Rp 35 ribu untuk pelajar saat weekday. Sedangkan, untuk weekend harga tiket berubah menjadi Rp 60 ribu untuk umum dan Rp 45 untuk pelajar.

"Ada potongan harga tiket masuk Rp 10 ribu bagi pengunjung yang menunjukkan bukti belanja di BT Batik Trusmi, baik weekday maupun weekend," ucapnya.

Karena masih anyar, diakui Yosi, tingkat kunjungan Trupark Museum belum begitu besar. Namun, Yosi mengaku setiap akhir pekan Trupark Museum dikunjungi sekitar seratusan pengunjung.

"Ini kan baru, ya masih biasa. Tapi sudah lumayan besar tingkat kunjungannya," ucapnya.

Mumpung masih libur Tahun Baru, mungkin ada di antara traveler yang tengah liburan di Cirebon dan ingin belajar tentang Batik Trusmi?

Festival Kerajaan Es Terbesar Sedunia akan Dibuka

 Festival es dan salju terbesar di dunia akan dimulai di China. Inilah acara spesial saat musim dingin tiba dari Negeri Tirai Bambu.

Melansir CNN Taravel, Sabtu (5/1/2019), hawa dingin yang menggetarkan gigi akan menyambut Anda yang datang ke Kota Harbin. Ya benar, inilah Festival Internasional Patung Es dan Salju Harbin (Harbin International Ice and Snow Sculpture Festival).

Terletak di Provinsi Heilongjiang di Cina bagian utara, ini adalah festival salju dan es terbesar di dunia. Akan ada banyak instalasi yang spektakuler juga instagramable juga aktivitas yang seru.

Festival Internasional Patung Es dan Salju Harbin adalah festival tahunan yang berlangsung dari 5 Januari hingga 5 Februari. Akan tetapi beberapa tempat wisata di sana terbuka bagi pengunjung sebelum upacara pembukaan.

Yang terbuka itu termasuk yang paling populer di antara semuanya adalah Dunia Es dan Salju Harbin. Instalasi di Festival Internasional Patung Es dan Salju Harbin dibuat dengan balok es yang ditarik dari Sungai Songhua di dekatnya.

Tahun ini, area Festival Internasional Patung Es dan Salju Harbin mencakup lebih dari 600.000 meter persegi dan di dalamnya ada lebih dari 100 landmark. Keseluruhan instalasi terbuat dari 110.000 meter kubik es dan 120.000 meter kubik salju.

Selain berjalan di atas kastil es raksasa yang diterangi cahaya, landamark yang jadi sorotan lain adalah patung Buddha yang terbuat salju. Terbuat dari salju, luasnya lebih dari 4.500 meter persegi.

Ada pula pertunjukan cahaya 3D dan seluncuran es bertema Cahaya Aurora sepanjang 340 meter. Pengunjung juga dapat melihat karya-karya pematung dari 12 negara yang berbeda, semuanya ada di Festival Internasional Patung Es dan Salju Harbin karena ada kompetisi tahunannya.

Tiket masuk ke Festival Internasional Patung Es dan Salju Harbin seharga RMB 330 atau Rp 685 ribu (kurs saat ini). Ada juga banyak kegiatan gratis di sekitar kota untuk dinikmati hingga akhir Februari, termasuk adanya instalasi 2.019 manusia salju dengan berbagai bentuk dan ukuran yang dibangun di sepanjang Sungai Songhua.