Senin, 16 Maret 2020

Rumah Jendela yang Instagrammable di Pangkalpinang

Di Pangkalpinang, Pulau Bangka, ada destinasi baru yang instagrammable namanya Rumah Jendela. Traveler bisa puas foto-foto unik di sini.

Rumah Jendela ini dibangun dengan arsitektur unik, dimana terdapat ratusan jendela bekas dengan berbagai ukuran dicat dengan berbagai warna yang dijadikan sebagai dekorasi penghias dinding bangunan. Beberapa di antaranya juga merupakan jendela dengan fungsi sebenarnya.

Rumah Jendela ini terletak di Jalan H Romawi Latief, Kelurahan Kacang Pedang dan berjarak sekitar 5 menit dari Alun-alun Taman Merdeka, Pangkalpinang.

Ketika saya mengunjungi rumah ini kebetulan saya dibantu difotokan oleh sang pemiliknya yaitu Pak Roy. Karena jiwa senilah yang membuat Pak Roy menciptakan Rumah Jendela ini.

Rumah berlantai 3 ini memiliki banyak sekali spot foto, dari mulai lukisan sampai di lantai paling atas terdapat spot foto Love. Tak jarang tempat ini juga dijadikan untuk prewedding. Karena tempatnya yang unik serta romantis.

Untuk biaya masuknya juga murah loh hanya Rp 4.000 saja sudah bisa berfoto-foto sepuasnya di tempat ini. Kalau sudah capek berfoto di lantai paling bawah juga tersedia kedai kopi lho, dan bukan hanya menu kopi saja, makanan berat juga tersedia di sini.

Wisata Kuliner Malam di Simpang Lima Semarang

Berkunjung ke Semarang, baru lengkap kalau wisata kuliner. Pada malam hari di Simpang Lima ada aneka hidangan lezat yang bisa dipilih wisatawan.

Kota Semarang terkenal akan kelezatan kulinernya, mulai dari Lumpia, Tahu Pong, Tahu Petis dan masih banyak lagi. Semua hidangan tersebut bisa traveler temukan di kawasan wisata kuliner Simpang Lima, Semarang. Terletak di sekitar landmark Kota Semarang, Lapangan Simpang Lima, kawasan kuliner ini sungguh apik tertata.

Akan semakin menarik lagi jika traveler datang pada saat malam hari, karena masing-masing stand akan dihiasi oleh lampu hias yang cantik. Mungkin akan menjadi kekhawatiran bagi sebagian traveler, bahwa makan di kawasan wisata akan cukup mahal dengan harga yang tidak masuk akal. Namun hal itu tidak akan terjadi disini, sebab harga makanan dari masing-masing stand cukup terjangkau dan harga untuk makanan dan minuman tercantum dengan sangat jelas di daftar menu.

Sambil menikmati aneka kuliner yang lezat, traveler bisa menikmati keindahan kota Semarang. Sebab selain lapangan Simpang Lima, terdapat bangunan ikonik lain seperti Masjid Raya Baiturrahman.

Tidak hanya makanan khas Semarang yang bisa ditemukan di kawasan kuliner Simpang Lima, sebab terdapat aneka makanan dari berbagai daerah lain, seperti Jawa Timur dan Jawa Barat juga bisa traveler temui di sini. Tidak perlu takut akan kehujanan jika musim hujan tiba, atau kepanasan di siang hari, sebab di sekitar kawasan kuliner Simpang Lima sudah terlindungi oleh kanopi yang terpasang di sepanjang kawasan kuliner Simpang Lima.

Untuk masalah kebersihan tidak perlu diragukan, sebab di beberapa titik tersedia tempat cuci tangan portable. Jadi sebelum dan setelah makan, pengunjung bisa mencuci tangan dengan bersih. Sambil menunggu makanan datang, tepat di seberang kawasan kuliner atau tepat di sekitar Lapangan Simpang Lima, traveler bisa bermain sepeda hias yang bisa disewa untuk berkeliling lapangan. Kalau penasaran, saat traveler berkunjung ke Semarang, jangan lupa mampir ya.

Air Terjun Tumpang Dua yang Tersembunyi di Kotabaru, Kalsel

Kabupaten Kotabaru di Kalimantan Selatan punya beberapa destinasi wisata alam yang belum banyak wisatawan tahu. Salah satunya adalah Air Terjun Tumpang Dua.

Kabupaten Kotabaru memiliki aneka potensi wisata alam yang sangat menarik untuk dikunjungi. Namun sayangnya belum banyak masyarakat luas yang mengetahui. Salah satu kawasan wisata alam yang menarik bagi saya adalah Air Terjun Tumpang Dua.

Air Terjun Tumpang Dua berlokasi di Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulaulaut Utara, berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota. Air terjun ini diberi nama Tumpang Dua karena air yang mengalir di atas batu, dan membentuk turunan seperti anak tangga.

Untuk menuju ke air terjun ini, dari pintu gerbang, traveler perlu berjalan cukup jauh menuruni anak tangga menuju ke lokasi air terjun. Harap berhati-hati ya traveler, sebab tangga untuk menuju ke air terjun cukup licin.

Mendengar air terjun, siapa saja pasti akan membayangkan air yang jatuh dari tebing yang tinggi, namun ternyata kenyataan berbeda. Traveler akan menemukan air yang mengalir deras melalui bebatuan dan tebing landai, bukannya jatuh dari ketinggian.

Namun demikian kawasan ini tetap cantik dan menarik untuk dikunjungi, sebab lokasinya bebas dari polusi dari asap kendaraan dan di kawasan ini masih banyak terdapat pepohonan besar yang mengelilingi. Tidak hanya air terjun yang ada di kawasan ini, sebab di bagian bawah terdapat kolam pemandian dengan air yang sangat jernih.

Hanya saja tempat ini biasanya dibuka pengelola pada hari libur saja dan jarang dibuka pada hari kerja. Di kawasan ini juga belum terdapat kantin yang memadai, sehingga traveler harus membawa perbekalan yang cukup.

Dengan hawanya yang segar di antara rindangnya pepohonan dan segarnya suara gemericik air, membuat hati dan pikiran ini tenang saat berada di air terjun ini. Sayangnya belum ada petunjuk arah untuk menuju ke kawasan ini, sehingga traveler perlu bertanya arah pada warga sekitar yang dengan senang hati membantu.

Rumah Jendela yang Instagrammable di Pangkalpinang

Di Pangkalpinang, Pulau Bangka, ada destinasi baru yang instagrammable namanya Rumah Jendela. Traveler bisa puas foto-foto unik di sini.

Rumah Jendela ini dibangun dengan arsitektur unik, dimana terdapat ratusan jendela bekas dengan berbagai ukuran dicat dengan berbagai warna yang dijadikan sebagai dekorasi penghias dinding bangunan. Beberapa di antaranya juga merupakan jendela dengan fungsi sebenarnya.

Rumah Jendela ini terletak di Jalan H Romawi Latief, Kelurahan Kacang Pedang dan berjarak sekitar 5 menit dari Alun-alun Taman Merdeka, Pangkalpinang.

Ketika saya mengunjungi rumah ini kebetulan saya dibantu difotokan oleh sang pemiliknya yaitu Pak Roy. Karena jiwa senilah yang membuat Pak Roy menciptakan Rumah Jendela ini.

Rumah berlantai 3 ini memiliki banyak sekali spot foto, dari mulai lukisan sampai di lantai paling atas terdapat spot foto Love. Tak jarang tempat ini juga dijadikan untuk prewedding. Karena tempatnya yang unik serta romantis.

Untuk biaya masuknya juga murah loh hanya Rp 4.000 saja sudah bisa berfoto-foto sepuasnya di tempat ini. Kalau sudah capek berfoto di lantai paling bawah juga tersedia kedai kopi lho, dan bukan hanya menu kopi saja, makanan berat juga tersedia di sini.