Selasa, 18 Februari 2020

Tempat Terbaik Menikmati Tolitoli

 Liburan ke Tolitoli, singgahlah ke Puncak Ogomoli. Di sini lah tempat terbaik menikmati keindahan Tolitoli, Sulawesi Tenggara.

Dulunya, puncak ini hanya sebuah perkebunan cengkeh milik warga. Biasanya orang yang datang ke sini hanya ingin melihat perkebunan cengkeh miliknya atau ketika musim panen cengkeh. Namun, ketika akses jalan menuju kebun cengkeh ini sudah diperbaiki dan diaspal, warga mulai berdatangan untuk melihat pemandangan yang indah dari atas puncak ini.

Sebulan yang lalu aku kembali ke Bandung atas dasar kerinduan kepada Kota yang telah membersamai perkembanganku di masa remaja. Setelah bertemu dengan keluarga dan menyapa teman-teman, akhirnya aku harus kembali ke rumah.

Aku membuka aplikasi tiket.com untuk mencoba melihat harga tiket pesawat dari Jakarta menuju Tolitoli. Namun, ternyata harga tiket pesawat sedang melonjak naik. Lalu, aku memutuskan untuk mengulur waktu pulang dan kembali menyapa teman-temanku. Bercerita tentang masa lalu yang membuat kami tertawa lepas mengingat tingkah konyol kita dimasa lalu.

Beberapa hari kemudian, aku pun membuka kembali aplikasi tiket.com dihandphoneku dengan harapan harga tiket pesawat dari Jakarta ke Tolitoli sudah mulai menurun. Yang aku suka dari aplikasi tiket.com ini yaitu history pencarian sebelumnya tersimpan di sisi bawah ketika kita masuk pada fitur pencarian tiket pesawat.

Ini sangat membantu aku yang kadang males buat ngetik ulang tujuan penerbanganku. Selain itu, dengan menggunakan aplikasi tiket.com kita bisa memesan tiket pesawat, sewa kamar hotel, sewa mobil dan beberapa fitur lainnya dimanapun dan kapanpun tanpa terbatas oleh ruang dan waktu, selama masih punya kuota tentunya. #semuaadatiketnya

Dan aku pun pulang, sesampainya dirumah tetiba aku teringat salah satu tempat wisata yang sedang ramai dikunjungi di Tolitoli. Tempat ini dulunya bukan apa-apa, hanya sekedar perkebunan cengkeh milik warga. Akses jalan kesanapun sulit karena jalanan yang belum diaspal.

Beberapa orang menyebutnya Puncak Bombolayang dikarenakan daerah yang berada dikaki gunung tersebut bernama Bombolayang. Namun, ada juga yang menyebutnya Puncak Ogomoli karena desa yang berada di kaki gunung yang lainnya bernama Desa Ogomoli.

Dari atas puncak, traveler bisa melihat rumah-rumah yang tersusun di Kota Tolitoli, lautan lepas yang membentuk teluk, Pulau Lutungan yang menjadi tempat bersemayamnya Raja Tolitoli dan puluhan bahkan ratusan pepohonan cengkeh yang berjajar disekitaran puncak ini.

Dari sini traveler bisa paham kenapa Tolitoli disebut sebagai Kota Cengkeh. Eitss, masih ada lagi. Pemandangan persawahan yang luas dari Desa Ogomoli pun bisa terlihat dari atas puncak ini.

Untuk menuju ke Puncak ini, traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat dengan menempuh waktu kurang lebih sekitar 15menit dari pusat kota Tolitoli.

Sesampainya di puncak, traveler akan disuguhkan pemandangan yang indah dengan beberapa spot foto yang tersedia. Terdapat tulisan "Puncak Ogomoli" yang dibuat dari ban bekas dan dicat warna warni agar terlihat menarik, ada juga tempat berfoto yang dibuat dari kayu dengan latar belakang pemandangan yang indah, dan jika lapar disini tersedia beberapa warung yang menyediakan beberapa makanan dan minuman yang bisa kalian nikmati bersama teman-teman.

Waktu yang pas untuk berkunjung ke Puncak Ogomoli yaitu ketika pagi hari saat matahari mulai terbit dan sore hari saat matahari mulai terbenam. Namun, jika traveler mempunyai kesibukan dan hanya mempunyai waktu malam hari saja tak masalah. Traveler bisa berkunjung pada malam hari, melihat gemerlapan lampu dari rumah-rumah di Kota Tolitoli yang berkilau dari atas ketinggian.

Tempat ini sangat cocok untuk bisa melihat Tolitoli dari ketinggian.

Jadi, tunggu apalagi guyss. Kapan mau berkunjung?

Mengenal Hipotermia yang Menewaskan Pendaki di Gunung Tampomas

3 Pendaki tewas Gunung Tampomas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Diduga, mereka meninggal akibat hipotermia.

Keberadaan Ferdi Firmansyah (13), Lucky Parikesit (13), dan Agip Trisakti (15) yang ditemukan dengan terbujur kaku di dalam tenda itu pertama kali diketahui pendaki lainnya, Minggu (3/3). Saksi lalu melaporkannya kepada pos pendakian.

Tim SAR gabungan lalu dikerahkan untuk mengevakuasi para korban asal Indramayu tersebut. Saat ditemukan, ketiga korban dalam posisi meringkuk seperti menahan kedinginan di Pos 4 Gunung Tampomas.

Humas RSUD Sumedang Iman Budiman kepada detikcom menyebut, 3 pendaki yang meninggal dunia itu akibat hipotermia. Seluruh jasad sudah menjalani pemeriksaan fisik. Hasilnya tidak ada luka yang ditemukan di tubuh ketiganya.

Apa itu hipotermia?

detikTravel pernah mewawancarai Tjahjadi Nurtantio, guide pendakian gunung dari DAKS Die Welt der Berge (German Alpine and Climbing School), operator wisata minat khusus dari Jerman mengenai hipotermia. Hipotermia adalah saat kondisi suhu tubuh turun sampai di bawah 37 derajat Celcius (suhu tubuh normal manusia), karena kedinginan.

"Hipotermia bisa sampai membuat orang meninggal dunia, jika tidak dilakukan penanganan yang cepat dan tepat," katanya.

Tjahjadi menjelaskan, terdapat beberapa stadium saat pendaki terkena hipotermia. Misalnya, stadium 1 suhu tubuhnya turun sampai 32 derajat Celcius, stadium 2 turun sampai 28 derajat Celcius hingga stadium 4 suhu tubuh di bawah 24 derajat Celcius atau bisa dikatakan sudah meninggal dunia.

"Tanda pertamanya adalah jari kaki dan jari tangan yang dingin. Kemudian, badan menggigil terus menerus. Namun menggigil itu wajar ya, karena itu reaksi alamiah tubuh untuk melawan dingin, akan tetapi kalau terus-terusan itu sudah harus dicek benar kondisi tubuhnya," papar Tjahjadi.

Bagaimana mengatasi hipotermia?

"Pakaiannya yang basah harus segera diganti supaya tetap menjaga suhu tubuh, beri selimut, beri minuman hangat dan hindari paparan angin," tutur Tjahjadi yang juga co-founder CSVakansi, operator wisata minat khusus di Indonesia.

"Yang paling sering dilupakan pendaki adalah pakaian tahan angin atau windproof. Begini, puncak-puncak gunung di Indonesia itu ketinggiannya rata-rata 3.000-an mdpl dan suhunya tidak sampai minus. Mungkin paling dingin bisa sampai 5 derajat Celcius. Tapi, kalau ditambah kecepatan angin yang kencang, itu bisa membuat terkena hipotermia lebih cepat karena kita sudah kehilangan banyak energi dan akan cepat sekali suhu tubuh turun," tambahnya menjelaskan.

Namun Tjahjadi menekankan, alangkah baiknya para pendaki mempersiapkan segala perlengkapan pendakian dengan matang. Selain itu, pelajari ramalan cuaca.

Tempat Terbaik Menikmati Tolitoli

 Liburan ke Tolitoli, singgahlah ke Puncak Ogomoli. Di sini lah tempat terbaik menikmati keindahan Tolitoli, Sulawesi Tenggara.

Dulunya, puncak ini hanya sebuah perkebunan cengkeh milik warga. Biasanya orang yang datang ke sini hanya ingin melihat perkebunan cengkeh miliknya atau ketika musim panen cengkeh. Namun, ketika akses jalan menuju kebun cengkeh ini sudah diperbaiki dan diaspal, warga mulai berdatangan untuk melihat pemandangan yang indah dari atas puncak ini.

Sebulan yang lalu aku kembali ke Bandung atas dasar kerinduan kepada Kota yang telah membersamai perkembanganku di masa remaja. Setelah bertemu dengan keluarga dan menyapa teman-teman, akhirnya aku harus kembali ke rumah.

Aku membuka aplikasi tiket.com untuk mencoba melihat harga tiket pesawat dari Jakarta menuju Tolitoli. Namun, ternyata harga tiket pesawat sedang melonjak naik. Lalu, aku memutuskan untuk mengulur waktu pulang dan kembali menyapa teman-temanku. Bercerita tentang masa lalu yang membuat kami tertawa lepas mengingat tingkah konyol kita dimasa lalu.

Beberapa hari kemudian, aku pun membuka kembali aplikasi tiket.com dihandphoneku dengan harapan harga tiket pesawat dari Jakarta ke Tolitoli sudah mulai menurun. Yang aku suka dari aplikasi tiket.com ini yaitu history pencarian sebelumnya tersimpan di sisi bawah ketika kita masuk pada fitur pencarian tiket pesawat.

Ini sangat membantu aku yang kadang males buat ngetik ulang tujuan penerbanganku. Selain itu, dengan menggunakan aplikasi tiket.com kita bisa memesan tiket pesawat, sewa kamar hotel, sewa mobil dan beberapa fitur lainnya dimanapun dan kapanpun tanpa terbatas oleh ruang dan waktu, selama masih punya kuota tentunya. #semuaadatiketnya