Kamis, 06 Februari 2020

Ke Raffi-Nagita, Menpar Ingin Milenial Promosikan Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak seluruh anak muda khususnya generasi milenial ikut berperan dalam mempromosikan pariwisata Indonesia melalui media sosial masing-masing. Melalui media sosial, anak-anak muda bisa membuat langkah sederhana bersama-sama, namun dapat berimbas besar pada perkembangan pariwisata Indonesia.

Arief juga mengatakan, di era digital seperti sekarang, hampir semua generasi milenial memiliki akun media sosial, baik Facebook, Twitter maupun Instagram.

"Saya mengajak anak muda untuk melakukan hal-hal positif di media sosial dan menghindari penyebaran konten-konten yang bersifat negatif. Dengan mem-posting foto atau video tentang destinasi wisata di daerah masing-masing, artinya sudah ikut mempromosikan aset pariwisata yang ada ke masyarakat luas. Sebab, posting-an tersebut dapat diakses di seluruh dunia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (9/4/2019).

Saat menerima kunjungan artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Arief mengatakan saat ini semua serba digital, hingga muncul istilah Tourism 4.0.

Ini adalah pariwisata untuk milenial (milennial tourism) yang memang seluruh aspek hidupnya sudah tergantung pada digital. Intinya, milenial menuntut adanya digital experience dari setiap titik di dalam consumer journey mereka.

Traveller journey ala milenial (sebut saja Traveller Journey 4.0) dalam berwisata dapat memaparkan informasi dengan sangat jelas, mulai dari inspirasi (mendapat ide berlibur), melakukan riset dan perencanaan liburan, mem-booking pesawat dan hotel, berada di airport, sampai di destinasi dan menikmatinya, hingga setelah liburan selesai.

"Karena itu, kita harus membangun ekosistem pariwisata dimana digital experience harus hadir di setiap titik dalam traveller journey. Untuk mewujudkannya, kita akan membangun platform dan infrastruktur teknologi 4.0. Namun, inisiatif ini membutuhkan biaya yang amat besar dan perencanaan jangka panjang yang matang. Kita akan melakukannya secara bertahap," jelasnya.

Lebih jauh Arief mengatakan untuk mewujudkan tourism 4.0, tidak dimulai dengan membangun infrastruktur teknologinya. Sebab, investasinya mahal dan bersifat jangka panjang, sehingga yang harus diutamakan justru membangun dari SDM.

"Kita fokuskan dulu pada upaya membangun SDM 4.0. Mulai dari mapping dan pengembangan kompetensi digital 4.0. Yaitu mengembangkan digital talent 4.0 di seluruh ekosistem industri pariwisata, digital literacy 4.0 untuk masyarakat luas dan pelaku UKM, link and match 4.0 di industri pariwisata, hingga menumbuhkan startup 4.0 di industri pariwisata," tuturnya.

Di sisi lain, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tampak antusias mendengarkan paparan Arief. Keduanya juga tak sungkan menanyakan banyak hal, terutama tentang pariwisata Indonesia, branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia, termasuk peran teknologi digital dalam pariwisata Indonesia.

"Terima kasih, Pak Menteri Arief Yahya, telah bercerita banyak hal termasuk suka duka menjadi Menteri Pariwisata. Maju terus Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia," ucap Raffi Ahmad yang juga diamini sang istri, Nagita Slavina.

Soal Tiket Pesawat Mahal, Menpar: Tunggu 3-4 Hari Lagi

Baru-baru ini Menhub Budi Karya Sumadi memberi batas waktu seminggu bagi maskapai untuk turunkan harga tiket. Terkait itu, Menpar minta traveler menunggu.

Naiknya harga tiket pesawat untuk rute domestik membuat traveler yang ingin berwisata dalam negeri tercekik. Imbasnya, penurunan penumpang pesawat hingga kunjungan wisnus di destinasi wisata domestik turut tak terhindarkan.

Mendapati fakta tersebut, Menhub Budi Karya Sumadi sudah beberapa kali memanggil bos maskapai untuk menurunkan harga tiket pesawat. Yang terbaru adalah pada pada hari Minggu pekan lalu di Tanjung Priok.

"Saya akan mengevaluasi dalam 1 minggu ke depan apabila masih tidak tercatat tarif-tarif yang bervariasi sebagian yang terjangkau, maka pemerintah akan memberlakukan ketentuan yang berkaitan dengan subprice," katanya di Kantor PT IPC, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (7/4).

Pertanyaan yang sama juga terlontar untuk Menpar Arief Yahya dalam acara peluncuran Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019 di Hotel Pullman Thamrin, Selasa (9/4/2019). Arief pun meminta traveler untuk bersabar.

"Kalau sampai setelah seminggu dari 3 hari yang lalu belum turun, Pemerintah akan mengeluarkan regulasi. Karena cara paling bagus adalah itu," ujar Arief.

Arief pun tak memungkiri, bahwa kenaikan harga tiket turut berpengaruh pada jumlah kunjungan wisatawan di lingkup domestik.

"Turunnya 20% sampai 40% persen, kalau dirata-rata 30%. Di NTB baru saja terkena gempa, kita mati-matian recovery dari 25% sampai 50%. Sekarang anjlok lagi 30% karena gempa harga yang naik," curhat Arief.

Arief pun berharap, agar kebijakan dan regulasi Menhub Budi Karya Sumadi dapat memaksa pihak maskapai untuk segera menurunkan harga tiket pesawat. Semua demi wisatawan.

"Kita tunggu regulasi harga yang Menhub janjikan, 3-4 hari lagi," tutup Arief.

Ke Raffi-Nagita, Menpar Ingin Milenial Promosikan Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak seluruh anak muda khususnya generasi milenial ikut berperan dalam mempromosikan pariwisata Indonesia melalui media sosial masing-masing. Melalui media sosial, anak-anak muda bisa membuat langkah sederhana bersama-sama, namun dapat berimbas besar pada perkembangan pariwisata Indonesia.

Arief juga mengatakan, di era digital seperti sekarang, hampir semua generasi milenial memiliki akun media sosial, baik Facebook, Twitter maupun Instagram.

"Saya mengajak anak muda untuk melakukan hal-hal positif di media sosial dan menghindari penyebaran konten-konten yang bersifat negatif. Dengan mem-posting foto atau video tentang destinasi wisata di daerah masing-masing, artinya sudah ikut mempromosikan aset pariwisata yang ada ke masyarakat luas. Sebab, posting-an tersebut dapat diakses di seluruh dunia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (9/4/2019).

Saat menerima kunjungan artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Arief mengatakan saat ini semua serba digital, hingga muncul istilah Tourism 4.0.

Ini adalah pariwisata untuk milenial (milennial tourism) yang memang seluruh aspek hidupnya sudah tergantung pada digital. Intinya, milenial menuntut adanya digital experience dari setiap titik di dalam consumer journey mereka.

Traveller journey ala milenial (sebut saja Traveller Journey 4.0) dalam berwisata dapat memaparkan informasi dengan sangat jelas, mulai dari inspirasi (mendapat ide berlibur), melakukan riset dan perencanaan liburan, mem-booking pesawat dan hotel, berada di airport, sampai di destinasi dan menikmatinya, hingga setelah liburan selesai.

"Karena itu, kita harus membangun ekosistem pariwisata dimana digital experience harus hadir di setiap titik dalam traveller journey. Untuk mewujudkannya, kita akan membangun platform dan infrastruktur teknologi 4.0. Namun, inisiatif ini membutuhkan biaya yang amat besar dan perencanaan jangka panjang yang matang. Kita akan melakukannya secara bertahap," jelasnya.

Lebih jauh Arief mengatakan untuk mewujudkan tourism 4.0, tidak dimulai dengan membangun infrastruktur teknologinya. Sebab, investasinya mahal dan bersifat jangka panjang, sehingga yang harus diutamakan justru membangun dari SDM.

"Kita fokuskan dulu pada upaya membangun SDM 4.0. Mulai dari mapping dan pengembangan kompetensi digital 4.0. Yaitu mengembangkan digital talent 4.0 di seluruh ekosistem industri pariwisata, digital literacy 4.0 untuk masyarakat luas dan pelaku UKM, link and match 4.0 di industri pariwisata, hingga menumbuhkan startup 4.0 di industri pariwisata," tuturnya.