Kamis, 06 Februari 2020

Bawa Elang di Kabin Pesawat, Amankah Buat Penumpang?

Baru-baru ini, heboh penumpang pesawat bawa burung elang di kabin. Sebenarnya, amankah membawa elang baik untuk penumpang dan untuk burungnya sendiri?

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Selasa (9/4/2019) baru-baru ini heboh di Twitter mengenai dua penumpang pesawat yang membawa burung elang di dalam kabin. Diketahui, itu terjadi di salah satu maskapai asal Timur Tengah.

Terlihat, burung elang itu ditutup bagian kepalanya. Elangnya ditaruh di tangan dan terlihat baik-baik saja.

Beberapa maskapai asal Timur Tengah seperti Qatar Airways dan Royal Jordania memang mengizinkan penumpang pesawat membawa burung elang ke kabin. Elang pun merupakan hewan yang begitu dihormati bagi masyarakat Timur Tengah dan punya stasus sosial yang tinggi. Dulunya, elang adalah 'teman' untuk berburu makanan di hutan atau di gurun pasir.

Beberapa ahli satwa dari Timur Tengah mengungkapkan, elang di dalam kabin pesawat cukup aman kepada penumpang. Sebab, maskapai-maskapai yang mengizinkan penumpang membawa elang punya aturan khusus yang harus dipatuhi.

Misalnya, burung elang tersebut sudah memiliki sertifikat kesehatan untuk terbang. Dalam hal ini, burung elangnya sudah diberi vitamin dan obat tertentu supaya tidak mengalami stress saat di pesawat.

Selain itu, kuku elang juga harus dipotong tidak terlalu tajam. Asal tahu saja, cengkraman elang sangat kuat dan tentu bisa merusak benda apapun di dalam kabin pesawat.

Belum selesai, rantai di kaki elang juga wajib terpasang dan terhubung ke tangan sang pemilik. Sang pemilik pun menggenakan sarung tangan khusus.

Terakhir, burung-burung elang yang mau masuk ke kabin pesawat harus menggenakan penutup kepala. Hal itu supaya elang tetap tenang.

"Karena ketika elang melihat sesuatu dan tertarik, dia akan berusaha mendapatkannya. Untuk itu, penutup kepala sangat penting dan membuat elang-elang juga tidak panik selama di kabin pesawat," kata salah seorang pakar, Kayed. 

Karma! Pemburu Badak Tewas Diinjak Gajah dan Dimakan Singa

Mungkin inilah karma. Seorang pemburu badak di Afrika Selatan tewas diinjak gajah, kemudian dimangsa kawanan singa.

Dilansir dari BBC, Selasa (9/4/2019), kejadian ini menjadi pemberitaan setelah rekan korban melapor kepada keluarga. Pihak keluarga lantas menginformasikannya kepada jagawana.

Sekelompok orang lalu dikerahkan guna mencari jasad orang itu. Yang mereka temukan pada Kamis (4/4) adalah tengkorak manusia dan celana.

Pihak pengelola taman nasional menyampaikan ucapan duka cita kepada keluarga mendiang. Namun berburu badak di taman nasional adalah kegiatan ilegal.

"Memasuki Taman Nasional Kruger secara ilegal dan berjalan kaki tidak bijaksana. Banyak bahayanya dan insiden ini adalah buktinya," ujar pihak pengelola.

Kasus kedua

Ternyata, ini adalah kejadian kedua. Di tahun 2018, ada kasus dua pemburu badak diterkam hingga mati dan dimakan oleh singa. Kejadian ini ada di cagar alam Afrika Selatan.

Hal itu dibenarkan oleh pejabat setempat. Rangers menemukan sisa-sisa tulang mungkin tiga orang di area berpagar tempat singa di cagar alam Sibuya, dekat Kota Kenton-on-Sea.

Di sekitar lokasi juga ditemukan senapan bertenaga tinggi dan kapak. Menurut data telah terjadi peningkatan perburuan liar di Afrika dalam beberapa tahun terakhir, alasannya untuk memenuhi permintaan cula badak yang meningkat di beberapa bagian Asia.

Pemilik cagar alam Sibuya, Nick Fox dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook resminya, mengatakan bahwa para pemburu yang dicurigai memasuki kawasan cagar alam pada Minggu malam atau awal Senin pagi.

"Mereka tersesat dalam kawasan singa sehingga mereka tidak punya waktu menyelamatkan diri. Kami tidak yakin ada berapa banyak singanya, tidak banyak yang tersisa dari tubuh mereka," kata Fox kepada kantor berita AFP.

Sisa-sisa tubuh pemburu pertama kali ditemukan pada pukul 16.30 waktu setempat pada hari Selasa, 3 Juli 2018. Tim anti-perburuan tiba di tempat kejadian dan menemukan senapan berburu dengan peredam, kapak panjang dan pemotong kawat, peralatan yang biasanya digunakan oleh pemburu badak.

Mengenal Tari Piring yang Melegenda (2)

16. Gerak Mengikir Padi

Gerakan yang melambangkan bagaimana pekerjaan para petani dalam mengumpulkan padi dan menjemurnya.

17. Gerak Membawa Padi

Gerakan yang dikerjakan oleh para petani ketika membawa padi untuk dibawa ke tempat yang lain.

18. Gerak Menumbuk Padi

Gerakan ini dilakukan untuk menumbuk padi yang sudah dijemur kering dan dilakukan oleh para pria, sedangkan para wanita bagian mencurahkan padi.

19. Gotong Royong

Gerakan yang dikerjakan dengan cara bersama-sama merupakan lambang akan sifat gotong royong.

20. Gerak Menampih Padi

Sebuah gerakan yang menggambarkan akan gerakan bagaimana kerja para petani saat menapih padi yang sudah menjadi beras.

21. Gerak Menginjak Pecahan Kaca

Penggabungan dari berbagai macam gerakan dan diakhiri oleh para penari yang melakukan atraksi menginjak-injak pecahan kaca yang dilakukan dengan aktratif dan ditambahi dengan berbagai macam gerakan improvisasi penari.

Untuk kostum Tari Piring, para penari terbagi menjadi dua bagian yaitu busana untuk pria dan busana untuk para penari wanita.

Busana Penari Pria berupa:

1. Baju gunting China atau busana rang mudo yang memiliki lengan lebar dan diberikan hiasan dengan hiasan rende emas.

2. Saran galembong, celana dengan ukuran besar yang di bagian tengahnya memiliki warna yang sama dengan warna baju.

3. Sisamping dan cawek pinggang, yaitu seperti kain songket yang dililitkan pada pinggang dengan panjang selutut. Adapun cawek pinggang merupakan ikat pinggang yang dibuat dari bahan yang sema juga dengan bahan samping yang pada bagian ujungnya dikasih hiasan seperti rumbai-rumbai.

4. Destar atau deta ialah penutup kepala yang dibuat dari bahan dasar kain songket dengan bentuk segitiga yang diikatkan pada kepala.

Sementara busana penari wanita:

1. Baju kurung yang terbuat dari kain satin dan beludru
2. Kain songket
3. Selendang songket yang digunakan untuk hiasan yang dipakai pada bagian kiri badan.
4. Tikuluak tanduk balapak, yakni penutup kepala khusus wanita Minangkabau yang terbuat dari bahan songket yang bentuknya menyerupai tanduk kerbau
5. Aksesori seperti kalung rambai dan juga kalung gadang serta subang atau anting.

Jadi kamu tertarik untuk menari Tari Piring?

4. Gerak Menyiang

Gerakan ini mengekspresikan kegiatan petani dikala membersihkan sampah-sampah yang mengganggu tanah disaat mau digarap.

5. Gerak Membuang Sampah

Gerakan ini memperlihatkan bagaimana para petani saat menyemai benih-benih padinya yang akan ditanam.

6. Gerak Memagar

Gerakan ini melambangkan para petani saat memberikan pagar untuk pematang sawah. Hal ini agar terhindar dari binatang liar yang akan merusak yang ditanam.

7. Gerak Menyemai

Gerakan ini memperlihatkan bagaimana para petani dalam menyemai benih padi yang hendak ditanamnya.

8. Gerak Mencabut Benih

Gerakan ini menggambarkan akan cara dalam mencabut benih yang sudah ditanam di sawah.

9. Gerak Bertanam

Gerakan ini melambangkan bagaimana kerja para petani dalam memindahkan benih yang sudah dicabut.

10. Gerak Melepas Lelah

Gerakan ini melambangkan akan cara para petani beristirahat untuk melepas lelah sesudah melakukan pekerjaannya dalam mengolah sawah.

11. Gerak Mengantar Juadah

Gerakan mengantar juadah ini merupakan pekerjaan dalam mengantar makanan kepada para petani yang sudah lelah dalam menggarap sawah.

12. Gerak Mengambil Padi

Gerakan ini dipertunjukkan oleh para penari wanita yang menggambarkan ketika mengambil padi yang sudah dipotong oleh para penari pria yang menggambarkan bapak petani.

13. Gerak Menyambit Padi

Gerakan ini dimainkan oleh para penari pria yang melambangkan bagaimana para petani yang sedang bekerja di sawah disaat menyambit padi.

14. Gerak Manggampo Padi

Gerakan yang dikerjakan dalam hal saat mengumpulkan padi dan dibawa untuk dipindahkan ke tempat yang lain.

15. Gerak Menganginkan Padi

Gerakan ini menggambarkan padi yang sudah dikumpulkan untuk dianginkan dan akan dipisahkan antar padi dan kulit padi yang sudah terkupas dari biji padi.