Kamis, 06 Februari 2020

Mengenal Tari Piring yang Melegenda

Siapa yang tidak kenal Tari Piring? Tarian asal Sumatera Barat ini sudah melegenda dan menarik untuk dilihat.

Tarian ini menggunakan menggunakan piring sebagai alat utama dalam menarikannya. Kemudian piring-piring tersebut diayunkan dengan gerakan yang cepat dan teratur tanpa terlepas dari cengkaraman tangan.

Karena namanya Tari Piring, properti yang dipakai yakni dua buah piring yang digenggam dengan dua telapak tangan dengan gerakan tari yang begitu cepat dengan gerakan berpola diayunkan ke depan dan belakang. Dua cincin dan dentingan piring adalah sebuah selingan bunyi pada saat jari penari diketukkan ke bagian bawah piring.

Menarik bukan? Bagaimana sih sejarah Tari Piring?

Tari ini awalnya merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat kepada dewa-dewa setempat setelah mendapatkan hasil panen. Ritual dilakukan dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang diletakkan di dalam piring sembari melangkah dengan gerakan yang dinamis.

Setelah masuknya agama Islam ke Minangkabau, tradisi tari piring tidak lagi digunakan sebagai ritual ucapan rasa syukur kepada dewa-dewa. Namun tari tersebut digunakan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat. Selain itu Tari Piring ditampilkan pada upacara adat, misalnya pengangkatan penghulu, khitanan, upacara pesta pernikahan, dan upacara masyarakat selesai memanen semua padi sebagai hasil buminya.

Lalu bagaimana gerakan tari piring ini? Ada beberapa gerakan Tari Piring.

1. Gerak Pasambahan

Gerak yang dilakukan oleh penari pria ini memiliki makna untuk sembah syukur kepada Allah dan permohonan maaf kepada para penonton yang menyaksikan tarian ini. Hal ini supaya terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa merusak atau membuat tidak berjalan dengan baiknya pertunjukan tari piring ini.

2. Gerak Singanjuo Lalai

Gerak ini dilakukan oleh seorang penari wanita yang memiliki arti suasana di hari pagi, dimainkan denga gerakan-gerakan yang lembut lemah gemulai.

3. Gerak Mencangkul

Gerakan ini menggambarkan petani disaat sedang menggarap sawah.

4. Gerak Menyiang

Gerakan ini mengekspresikan kegiatan petani dikala membersihkan sampah-sampah yang mengganggu tanah disaat mau digarap.

5. Gerak Membuang Sampah

Gerakan ini memperlihatkan bagaimana para petani saat menyemai benih-benih padinya yang akan ditanam.

6. Gerak Memagar

Gerakan ini melambangkan para petani saat memberikan pagar untuk pematang sawah. Hal ini agar terhindar dari binatang liar yang akan merusak yang ditanam.

7. Gerak Menyemai

Gerakan ini memperlihatkan bagaimana para petani dalam menyemai benih padi yang hendak ditanamnya.

8. Gerak Mencabut Benih

Gerakan ini menggambarkan akan cara dalam mencabut benih yang sudah ditanam di sawah.

9. Gerak Bertanam

Gerakan ini melambangkan bagaimana kerja para petani dalam memindahkan benih yang sudah dicabut.

10. Gerak Melepas Lelah

Gerakan ini melambangkan akan cara para petani beristirahat untuk melepas lelah sesudah melakukan pekerjaannya dalam mengolah sawah.

11. Gerak Mengantar Juadah

Gerakan mengantar juadah ini merupakan pekerjaan dalam mengantar makanan kepada para petani yang sudah lelah dalam menggarap sawah.

12. Gerak Mengambil Padi

Gerakan ini dipertunjukkan oleh para penari wanita yang menggambarkan ketika mengambil padi yang sudah dipotong oleh para penari pria yang menggambarkan bapak petani.

13. Gerak Menyambit Padi

Gerakan ini dimainkan oleh para penari pria yang melambangkan bagaimana para petani yang sedang bekerja di sawah disaat menyambit padi.

14. Gerak Manggampo Padi

Gerakan yang dikerjakan dalam hal saat mengumpulkan padi dan dibawa untuk dipindahkan ke tempat yang lain.

15. Gerak Menganginkan Padi

Gerakan ini menggambarkan padi yang sudah dikumpulkan untuk dianginkan dan akan dipisahkan antar padi dan kulit padi yang sudah terkupas dari biji padi.

Indonesia Nomor Satu Wisata Halal, Ini Daftar Lengkap 10 Top GMTI

Indonesia telah menjadi yang terbaik dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019. Dari 130 negara di dunia, Indonesia menduduki peringkat pertama. Kepastian Indonesia menjadi peringkat 1 GMTI 2019 diumumkan di Pullman Hotel, Jakarta, oleh CEO CrescentRating Fazaal Bahardeen.

Top GMTI 2019 sendiri didominasi negara-negara Asia. Beberapa negara terbaik, di bawah Indonesia ada Malaysia dengan poin yang sama yakni 78.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan kemenangan ini telah dinyatakan dan ditetapkan sejak jauh-jauh hari. Laporan GMTI menganalisa berdasarkan 4 kriteria penilaian strategis, yaitu Akses, Komunikasi, Lingkungan, dan Layanan.

"Kita memang bertekad menjadikan Indonesia ranking pertama sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia di 2019. Kita terus berusaha untuk mewujudkannya. Antara lain dengan meluncurkan IMTI (Indonesia Muslim Travel Index) 2019 yang mengacu standar global GMTI (Global Muslim Travel Index) serta melakukan bimbingan teknis (bimtek) dan workshop 10 destinasi pariwisata halal unggulan di Tanah Air," papar Arief, dalam keterangan tertulis, Selasa (9/4/2019).

Saat memberikan keynote speech di acara tersebut Arief menceritakan kronologis implementasi strategi untuk mendapat posisi nomor 1 di GMTI yakni dengan bantuan tim percepatan wisata halal. Menurutnya peringkat 1 GMTI 2019 vital bagi pariwisata Indonesia.

"Kami gembira karena bisa menjadi peringkat 1 GMTI 2019. Status terbaik dunia sangat penting. Sebab, menjadi representasi kualitas wisata halal dan berbagai usaha perbaikan yang dilakukan selama ini. Hasil ini menjadi bukti solidnya stakeholder pariwisata di Indonesia," ungkap Arief.

Menurut Arief prestasi ini memiliki makna 3C, yakni Calibration, Confidence, hingga Credibel. Hal ini otomatis menaikkan daya saing wisata halal di level global.

"Menduduki status terbaik, daya saing wisata halal terus naik. Artinya, destinasi wisata halal yang ada di Indonesia lebih baik dari negara manapun. Kredibilitasnya pasti naik sekaligus tingkat kepercayaan diri. Untuk itu, wisatawan harus terus menempatkan Indonesia di urutan pertama daftar kunjungannya. Sebab, semua aspek terbaik ada di Indonesia," ujarnya.

Ia menceritakan, melesatnya peringkat Indonesia memang tidak lepas dari beragam perbaikan yang dilakukan. Perbaikan itu meliputi sektor aksesibilitas, komunikasi, pengendalian faktor lingkungan, hingga pelayanan. Untuk aksesibilitas, peningkatan signifikan dilakukan di 5 wilayah, seperti Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau & Riau, Jakarta, dan Lombok. Fokusnya mulai dari bandara, pelabuhan, jalan, hingga rel kereta api.

Untuk pengembangan komunikasi juga gencar dilakukan pada 5 wilayah itu. Fokusnya pengembangan Muslim Visitor Guide, Stakeholder Education, Market Outreach, Tour Guide, hingga Digital Marketing. Mobilitasnya semakin mudah dengan dukungan WiFi di bandara, lalu destinasi punya komitmen kuat mengembangkan infrastruktur.

Wisatawan juga dimanjakan dengan beragam fasilitas pendukung wisata halal. Pada 5 daerah itu, destinasi wisatanya selalu didukung dengan restoran halal yang tersertifikat. Jumlah tempat ibadah banyak dan tersebar merata. Begitu juga dengan bandaranya yang dilengkapi prayer room. Untuk hotel, dapurnya tersertifikat halal lalu atraksinya kuat dengan nuansa islami.

"Yang jelas, fasilitas terbaik wisata halal ada di Indonesia. Bukan hanya kuantitas saja, tapi kualitasnya juga bisa dipertanggungjawabkan. Semua tertib aturan dan tersertifikasi dengan baik, bahkan secara berkala rutin di upgrade. Dengan upaya yang dilakukan, kami yakin tahun depan posisi GMTI Indonesia akan berada di atas Malaysia. Indonesia akan berstatus peringkat 1 secara penuh," papar Arief.

Arief menambahkan, keberhasilan Indonesia menduduki posisi 1 GMTI 2019, membuatnya berhasil mengikis point pada tahun lalu. Sebab, pada 2018 Indonesia berada di urutan ke-2 dengan 72,8 point. Negeri Jiran Malaysia tepat di atasnya dengan nilai 80,6. Saat itu, Indonesia hanya unggul untuk aspek outreach dan unique experience. Untuk kualitas berimbang dimiliki aspek safety and culture.

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas beragam perbaikan fasilitas di lini wisata halal. Dengan rapor ini, wisata halal Indonesia akan terus berkembang. Bila industrinya terus kompetitif seiring arus masuk wismannya, maka masyarakat akan semakin sejahtera. Ada income besar yang dinikmati langsung oleh masyarakat," tutup Arief.

Adapun negara yang masuk daftar 10 Top GMTI adalah:

1. Indonesia (78)
2. Malaysia (78)
3. Turki (75)
4. Arab Saudi (72)
5. Uni Emirat Arab (71)
6. Qatar (68)
7. Maroko (67)
8. Bahrain (66)
9. Oman (66)
10. Brunei Darussalam (65)