Rabu, 05 Februari 2020

Update dari Gunung Rinjani: Pendakian Akan Dibuka Jika Sudah Aman

 Wisata Gunung Rinjani di Lombok masih ditutup. Pendakian akan dibuka jika kondisi jalur sudah aman dilewati.

Banyak yang berharap terutama dari para pelaku jasa tour operator, guide dan porter meminta agar jalur pendakian Gunung Rinjani segera dibuka kembali.

Harapan itu juga disampaikan Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar melalui surat kepada pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), karena adanya aspirasi para pelaku wisata yang ada di Desa Senaru, Kecamatan Bayan. Maklum, Gunung Rinjani adalah salah satu tempat wisata di Lombok favorit wisatawan.

"Memaklumi permintaan tersebut. Nanti akan dibuka (pendakian jalur Senaru) apabila kondisi sudah dipastikan aman," ujar Kepala BTNGR Sudiyono, Sabtu (13/4/2019).

Sudiyono menyatakan jalur pendakian akan dibatasi sampai titik kondisi yang aman dan nyaman bagi wisatawan.

Pihak BTNGR juga akan menata ulang jalur yang rusak akibat gempa pada Agustus 2018 lalu. Selain itu juga akan dibuatkan peta titik areal yang rawan terjadinya longsor.

"Yang akan menentukan (jalur titik pendakian) adalah hasil pembahasan survei yang melibatkan PVMBG," ungkapnya.

Survei jalur juga akan dilakukan jika kondisi cuaca sudah memungkinkan dilewati dan menunggu keluangan waktu dari pihak PVMBG.

Tim yang akan ikut turun survei nantinya juga akan melibatkan BPBD, Dinas Pariwisata, BMKG, TNI, Polri, Balai Wilayah Sungai serta guide dan porter.

"Mereka nantinya yang akan memberi arah kemana jalur pendakian yang aman dan nyaman," kata Sudiyono. 

Manisnya Black Salad Racikan Yolanda yang 'Lumeri' Seluruh Yogya

Charcoal alias arang sedang tren belakangan ini menjadi salah satu varian rasa dari makanan kekinian, termasuk salad. Hal ini juga dicoba oleh Yolanda Agatha (23) yang merupakan pemilik dari brand salad Nyoo terkenal di Yogyakarta

Bahkan salad buah ini sudah sukses melumeri Yogyakarta dengan rasa manisnya hingga 6 cabang dan akan merambah Pontianak dan Semarang. Usut punya usut ternyata kesuksesannya tak lepas dari resep rahasia Yolanda.

"Ini pakai saus manis sama keju. Saus manisnya bikin dari mayo dan ada resep rahasianya juga. Dulu tipe salad kayak aku belum ada," kata wanita yang memulai usahanya pada 2018 ini di kedainya, Yogyakarta, Sabtu (6/4/2019).

Kendati telah punya varian baru, namun menurutnya varian original tetap menjadi favorit para pelanggannya. "Satu hari bisa habis 3000 cup satu hari. Paling favorit ori bisa habis 2000 cup. Aku buat black salad ini pakai charcoal karena mikirnya warna jadi lucu apalagi kegunaannya untuk kesehatan banyak," tandas wanita yang sudah mempunyai 60 karyawan ini.

Meski tak menyebutkan omzet penjualannya, namun Salad Nyoo yang dibanderol mulai dari Rp 15 sampai Rp 50 ribu ini bisa membuat hidupnya berubah 180 derajat.

Yola bercerita dulu hanya seorang anak penjahit yang datang dari pulau seberang. Namun karena ingin perguruan tinggi, dia pun terbang ke Yogya dan memulai bisnis kecil-kecilan mulai dari berjualan online dan kue yang ternyata berujung kegagalan.

"Aku juga mulai usaha gak langsung jadi kalau gagal coba terus kita gak tau usaha ke berapa yang berhasil," saran dia.

Hingga akhirnya salad Nyoo berbuah manis bahkan Yola sudah bisa membantu orang tuanya dan menerbangkan mereka sampai ke luar negeri. GrabFood juga dianggap tak lepas dari mitra suksesnya.

"Omzet jadi oke, ngebantu banget. Intinya ngaruh banget. Mungkin 100 persen peningkatan setelah pakai Grab. Bahkan lebih banyak beli lewat GrabFood," terangnya yang mulai bekerja sama dengan GrabFood sejak setahun belakangan ini.

Sembari berbincang, detikTravel pun mencoba salad racikan Yola. Warna hitam membuat salad buah tampak tak biasa namun irisan jeruk sunkist membuatnya tampak menarik. Saus berwarna hitam ini membuat buah-buahan di dalam salad tak terlihat sehingga membuat penasaran dan menjadi kejutan tersendiri saat masuk ke dalam mulut. Bisa saja mendapatkan buah atau jeli yang tak terduga.

Bagi kamu yang juga penasaran dengan manisnya Salad Nyoo? Yuk datang langsung ke sana saja yang tersebar di wilayah Yogya dan lainnya. Atau agar lebih mudah, kamu juga bisa pesan menu-menunya di GrabFood kok. Jalan bareng, jajan bareng, dekat dengan Grab.

Liburan Akhir Pekan, Main Salju di Bekasi Yuk!

Akhir pekan ini mau liburan kemana? Kalau belum punya ide, main salju di Bekasi saja yuk. Beneran ada lho di Trans Snow World Juanda.

Inilah Trans Snow World, sebuah tempat wisata di Bekasi yang baru dan menawarkan bermain wahana asyik dengan suasana musim dingin ala Eropa. Bahkan, semua benar-benar mirip aslinya.

Ada sejumlah wahana yang bisa dicoba traveler saat berkunjung ke Trans Snow World Bekasi. Mulai dari bermain salju di Snow Area, Toboggan Area, Zorb Ball dan Chair Lift serta Ski Area.

Bahkan, traveler pun bisa mencoba main ski di sana. Jangan khawatir, traveler juga bakal didampingi oleh instruktur dari Italia yang tentunya sudah berpengalaman di bidangnya.

Biasanya, bermain salju paling seru dengan sledge dan skuter. Traveler bisa mencobanya di Toboggan Area, bahkan pengunjung bisa meluncur dari bukit bersalju dengan bola plastik. Pasti dijamin seru banget deh!

Salah satu wahana paling ikonik di Trans Snow World adalah Chair Lift. Traveler bisa duduk di kursi yang bakal mengantar kamu dari ujung ke ujung di atas ketinggian, melihat pemandangan Trans Snow World dengan suasana musim dingin yang asyik.

Selain itu, juga ada wahana khusus untuk bermain bola salju. Cocok banget kalau datang bersama keluarga atau kerabat nih!

Dengan letak yang berada di lahan seluas 2.000 meter persegi, pengunjung dijamin puas bermain di Trans Snow World Juanda Bekasi. Saljunya benar-benar mirip asli, namun masih bisa dirasakan oleh orang Indonesia yang hidup di negara tropis, karena suhunya berkisar 10-15 derajat celcius.

Untuk akses, tidak usah khawatir. Letak Trans Snow World berada di Jalan Ir H Juanda No 180, Margahayu, Bekasi. Traveler bisa naik commuterline, atau membawa kendaraan dan lewat tol Bekasi Timur dan Bekasi Barat.

Harga tiket masuk Trans Snow World ini dibagi dua kategori, untuk hari biasa dan akhir pekan. Hari Senin sampai Jumat biayanya Rp 200.000. Sedangkan akhir pekan, hari libur dan libur sekolah sebesar Rp 275.000.

Update dari Gunung Rinjani: Pendakian Akan Dibuka Jika Sudah Aman

 Wisata Gunung Rinjani di Lombok masih ditutup. Pendakian akan dibuka jika kondisi jalur sudah aman dilewati.

Banyak yang berharap terutama dari para pelaku jasa tour operator, guide dan porter meminta agar jalur pendakian Gunung Rinjani segera dibuka kembali.

Harapan itu juga disampaikan Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar melalui surat kepada pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), karena adanya aspirasi para pelaku wisata yang ada di Desa Senaru, Kecamatan Bayan. Maklum, Gunung Rinjani adalah salah satu tempat wisata di Lombok favorit wisatawan.

"Memaklumi permintaan tersebut. Nanti akan dibuka (pendakian jalur Senaru) apabila kondisi sudah dipastikan aman," ujar Kepala BTNGR Sudiyono, Sabtu (13/4/2019).

Sudiyono menyatakan jalur pendakian akan dibatasi sampai titik kondisi yang aman dan nyaman bagi wisatawan.

Pihak BTNGR juga akan menata ulang jalur yang rusak akibat gempa pada Agustus 2018 lalu. Selain itu juga akan dibuatkan peta titik areal yang rawan terjadinya longsor.

"Yang akan menentukan (jalur titik pendakian) adalah hasil pembahasan survei yang melibatkan PVMBG," ungkapnya.

Survei jalur juga akan dilakukan jika kondisi cuaca sudah memungkinkan dilewati dan menunggu keluangan waktu dari pihak PVMBG.

Tim yang akan ikut turun survei nantinya juga akan melibatkan BPBD, Dinas Pariwisata, BMKG, TNI, Polri, Balai Wilayah Sungai serta guide dan porter.

"Mereka nantinya yang akan memberi arah kemana jalur pendakian yang aman dan nyaman," kata Sudiyono.