Selasa, 04 Februari 2020

Meski permintaan turun, pasar low MPV tahun ini diramal masih gemuk

Permintaan mobil seven seater seperti Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) masih menggemuk di pasar domestik. Tak heran para Agen Pemegang Merek (APM) berupaya menggenjot peluang penjualan di segmen tersebut.

Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) di sepanjang tahun 2019 penjualan mobil LMPV mencapai 228.327 unit atau sekitar 22% dari pasar mobil nasional kala itu yang sebanyak 1,03 juta unit. Adapun raihan penjualan LMPV cenderung mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 11% year on year (yoy).

Hal ini dipengaruhi penjualan mobil nasional sebesar 10% dibandingkan volume penjualan mobil domestik di tahun 2018 yang senilai 1,15 juta unit. Meski demikian, market LMPV masih dipandang sebagai segmen penting.

Bahkan PT Toyota Astra Motor (TAM) mengaku segmen tersebut akan tetap menjadi segmen penjualan terbesar di market perusahaannya. Henry Tanoto, Vice President TAM bilang mobil jenis ini sudah menjadi kebutuhan utama keluarga di Indonesia.

"Kebutuhan customer di segmen ini adalah kendaraan keluarga yang multi fungsi dengan design dan fitur yang cukup updated; dan juga kemudahan dalam aftersales baik service maupun parts, serta tentu saja resale value," urainya kepada Kontan.co.id, Selasa (4/2).

Oleh karena itu strategi APM ini ialah kami bagaimana bisa terus memastikan produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan pelanggan kami. Di segmen LMPV Toyota memiliki line up Avanza yang dikenal sebagai mobil sejuta umat, dimana model ini telah mengalami penyegaran awal tahun lalu.

Sepanjang tahun lalu TAM masih menjadi pemimpin pangsa pasar di LMPV dengan penjualan Avanza sebanyak 86.374 unit atau menyumbang 37,8% dari total volume segmen ini pada tahun 2019. Henry bilang TAM hanya menargetkan agar pangsa pasar Avanza di tahun 2020 ini dapat bertahan sama seperti tahun lalu.

Tampaknya kondisi pasar otomotif nasional yang belum memperlihatkan pertumbuhan tajam menyebabkan APM cenderung konservatif membidik penjualan. Sementara itu pemain papan tengah di LMPV seperti PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengaku bahwa segmen ini punya persaingan yang cukup ketat.

Donny Setiawan, Direktur Pemasaran SIS kompetisi dirasakan sangat menarik dengan berbagai merek yang ada. SIS sendiri di tahun ini diketahui akan melakukan penyegaran produk LMPV nya yakni Suzuki All New Ertiga.

"Peran kami sebagai APM adalah bagaimana memberikan rangsangan produk kepada pelanggan," sebutnya kepada Kontan.co.id, Selasa (4/2). Penjualan Suzuki Ertiga sepanjang tahun 2019 memang mengalami penurunan.

Dibandingkan tahun sebelumnya, volume penjualan Ertiga merosot sekitar 24% yoy menjadi 24.549 unit di tahun lalu. Tapi dari segi perolehan pangsa pasar, Suzuki bertengger di posisi ketiga dengan market share LMPV nya sebesar 10%.

Jokowi minta Indonesia manfaatkan ceruk peluang akibat virus korona

Presiden Joko Widodo meminta jajarannya pemerintahannya memanfaatkan peluang akibat virus corona. Menurutnya, penyebaran virus corona memberi dampak bagi perdagangan dunia. Terdapat ceruk peluang yang dimanfaatkan dalam perdagangan.

"Ada peluang untuk memanfaatkan ceruk pasar ekspor di negara lain yang sebelumnya mengimpor produk yang sama dari China," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas, Selasa (4/2).

Pemanfaatan potensi juga dilakukan di sektor pariwisata. Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus corona dalam status darurat global dunia, banyak negara yang menghentikan sementara penerbangan dari dan ke China.

Termasuk Indonesia akan menghentikan sementara penerbangan dari dan ke China. Kebijakan tersebut akan mulai dilakukan pada hari Rabu (5/2) pukul 00.00 WIB. "Dalam jangka pendek saya juga minta untuk menyasar ceruk pasar wisman yang sedang cari alternatif untuk destinasi wisata karena batal berkunjung ke China," terang Jokowi.

Berdasarkan data Pusat Sistem Sains dan Teknik (CSSE) di Universitas Johns Hopkins yang diakses pada Selasa (4/2) pukul 15:45 WIB terdapat 20.659 orang yang terkonfirmasi terkena virus corona. Dari angka tersebut 427 orang dinyatakan meninggal dan 680 orang berhasil pulih.

Sedangkan China sebagai pusat penyebaran virus korona teridentifikasi paling banyak pasien virus korona. Total orang yang terjangkit virus korona di China sebanyak 20.467 orang.

Kenali Gejala dan Tanda-tanda Awal DBD

 Musim hujan merupakan salah satu waktu mewabahnya demam berdarah dengue (DBD). Berbeda dengan demam panas biasa, DBD ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi. Kenali gejala dan tanda-tanda awal DBD agar tak salah membedakan dengan panas demam biasa.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya sekitar 400 juta orang terinfeksi dengue. Sekitar 100 juta orang sakit karena infeksi dan 22 ribu diantaranya meninggal dunia.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), gejala dan tanda pada orang yang sakit dapat beragam mulai dari ringan hingga berat. Gejala DBD berat merupakan keadaan gawat darurat medis karena dapat mengancam jiwa hanya dalam beberapa jam saja.

Berikut gejala dan tanda-tanda awal DBD:
- demam panas
- muah, muntah
- muncul bintik-bintik merah
- nyeri, sakit pada mata, otot, sendi, dan tulang
- sakit kepala

Gejala dan tanda-tanda awal DBD ini umumnya berlangsung selama 2-7 hari. Gejala ini dapat diobati dengan pengobatan dari dokter.

Gejala dan tanda awal ini dapat berkembang menjadi DBD berat dengan sejumlah tanda. Tanda peringatan ini biasanya dimulai dalam 24-48 jam setelah demam turun.

Berikut gejala dan tanda DBD parah:
- sakit perut
- muntah setidaknya 3x dalam 24 jam
- pendarahan dari hidung atau gusi
- muntah darah atau darah di tinja
- merasa lelah dan gelisah

Kondisi DBD ini mesti ditangani segera dan memerlukan perhatian medis di rumah sakit.

China Sebut 632 Orang Sembuh dari Infeksi Virus Corona

Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian mengatakan sebanyak 632 warga yang terjangkit virus corona berhasil sembuh.

Data itu disampaikan Xiao yang mengutip laporan Komisi Kesehatan Nasional China.

"Sampai pukul 24.00 pada tanggal 3 Februari, Komisi Kesehatan Nasional telah menerima 20.438 laporan kasus yang dikonfirmasi (terjangkit corona), 425 kasus kematian, dan 632 kasus sembuh dan keluar dari rumah sakit," kata dia pada jumpa pers di kediaman resminya di Jakarta, Selasa (4/2).

Xiao menjelaskan ada 33 orang yang dikonfirmasi terjangkit wabah tersebut di area Hong Kong, Macau dan Taiwan. Kasus yang diduga di China daratan mencapai 23.214.

Jumlah pasien sembuh yang tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan kasus kematian dianggap menunjukkan kecenderungan positif dalam upaya melawan virus yang berpusat di Kota Wuhan, Provinsi Hubei itu.

China juga menyebut tingkat penyebaran virus menurun, mencapai 19,65 persen terhitung per 2 Februari lalu, di mana pada 27 Januari angka penyebaran masih berada pada 64,54 persen.

"Virus ini bisa disembuhkan. Pasien ringan secara bertahap akan pulih sekitar satu minggu setelah terinfeksi. Pasien yang agak serius mungkin membutuhkan waktu dua minggu atau lebih," kata Xiao seperti dikutip dari Antara.

Kasus virus corona yang telah dikonfirmasi di negara lain mencapai 150 yang terdiri dari 23 negara, termasuk Jepang, Thailand, Filipina, Singapura, Australia, dan Korea Selatan. Sedangkan asus kematian di luar China, tercatat di Filipina dan Hong Kong.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeklarasikan situasi darurat atas wabah virus corona.

Menyikapi kondisi itu, Pemerintah China mengaku akan menjunjung transparansi dan tanggung jawab dalam melakukan kerja sama internasional antivirus.
Lihat juga: China Sebut Sikap AS Berlebihan Tanggapi Virus Corona

Upaya tersebut, kata Xiao, dilakukan dengan terus memperbaharui informasi perkembangan wabah agar berbagai pihak dapat segera menanggapi virus secara efektif, serta memberikan layanan dan jaminan kepada warga negara asing yang ada di China.