Hipotermia terjadi ketika panas yang dihasilkan tubuh tidak sebanyak panas yang hilang. Sejumlah kondisi yang berpotensi membuat panas tubuh banyak hilang dan menyebabkan hipotermia, yaitu, terlalu lama berada di tempat dingin, mengenakan pakaian yang kurang tebal saat cuaca dingin, terlalu lama mengenakan pakaian basah, terlalu lama di dalam air, misalnya akibat kecelakaan kapal.
Bila orang tersebut masih bernapas dan denyut nadinya masih ada, lakukanlah tindakan berikut ini untuk membuat suhu tubuhnya kembali normal:
Pindahkan korban ke tempat yang lebih kering dan hangat. Pindahkan secara hati-hati karena gerakan yang berlebihan dapat memicu denyut jantungnya berhenti.
Jika pakaian yang dikenakannya basah, maka gantilah dengan pakaian yang kering.
Tutupi tubuhnya dengan selimut atau mantel tebal agar hangat, jika tersedia, gunakan thermal atau emergency blanket, masukkan korban ke dalam sleeping bag agar lebih hangat.
Jika dia sadar dan mampu menelan, berikan minuman hangat dan manis.
Berikan kompres hangat dan kering untuk membantu menghangatkan tubuhnya. Letakkan kompres di leher, dada, dan selangkangan. Hindari meletakkan kompres di lengan atau tungkai karena malah menyebabkan darah yang dingin mengalir kembali ke jantung, paru-paru, dan otak.
Hindari penggunaan air panas, bantal pemanas, atau lampu pemanas untuk menghangatkan penderita hipotermia. Panas yang belebihan dapat merusak kulit dan menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur.
Temani dan pantau terus kondisi orang tersebut, hingga bantuan medis tiba.
3. Resiko tertimpa pohon tumbang
Nah ini juga harus kita waspadai, saat trekking perhatikan jalur atau rute pendakian. Waspadai tertimpa pohon. Saat musim hujan dahan, daun, cabang pohon yg basah cenderung berat menopang air hujan ini meningkatkan resiko pohon tumbang atau patah.
Tidak hanya berlaku saat trekking, saat mendirikan tenda juga perlu diperhatikan kondisi sekitar. Upayakan untuk mendirikan tenda jauh dari pohon yg tinggi besar.
4. Resiko cidera: jatuh, terpeleset
Saat musim hujan jalur trekking juga akan menjadi becek dan licin. Resiko terjatuh, terpeleset akan makin besar. Tetap hati-hati, perhatikan langkah anda. Gunakan sepatu atau sandal khusus untuk trekking dengan grip yg baik.
5. Bawaan semakin berat
Jika terlanjur terjebak hujan saat trekking dan belum menemukan tempat berteduh, bawaan kita pastinya akan menjadi basah. Tas keril dengan barang bawaan yg basah sudah pasti menambah beban bawaan kita.
Tips untuk menghindari itu, pastikan tas keril kita dilengkapi dengan rain cover. Itu saja saya rasa belum cukup, kadang kita perlu tambahan pelastik bag untuk membungkus barang bawaan kita.
Penting juga untuk membawa fly sheet untuk digunakan jika tiba-tiba terjebak hujan saat trekking. Letakkan fly sheet dalam kompartemen yg mudah atau cepat di jangkau dalam tas Anda.
6. Resiko barang elektronik rusak karena kebasahan
Barang elektronik seperti HP, Kamera dll yg kita bawa saat mendaki beresko tinggi basah dan rusak. Packing dengan rapih atau bungkus dengan plastic untuk menghindari lembab/ basah terkena air. Jika perlu kita bisa menggunakan dry box.
Nah itulah tadi beberapa resiko dan tips mendaki gunung saat musim hujan, semoga bermanfaat. Jika sahabat pendaki ingin menambahkan bisa dishare di kolom komentar.
Ohiya, dapatkan juga tips liburan di tiket.com yg sangat bermanfaat. Untuk urusan tiket pesawat, kereta dan penginapan gunakan juga tiket.com, banyak promo menarik.