Danau Dal di Kashmir bisa dibiland danau terindah di kaki Pegunungan Himalaya. Traveler harus ke sini untuk membuktikannya sendiri.
Terbang 1,5 jam menggunakan pesawat domestik GO AIR dari Bandara Indira Gandhi New Delhi, romongan kami mendarat di Srinagar sekitar pukul 8 pagi. Seorang pria berperawakan tinggi dengan wajah bercambang tipis menyapa kami.
"Saya Pallshafi, biasa dipanggil Palla, tour guide yang akan menemani Anda selama kunjungan di Kashmir," katanya.
Tentara-tentara India bersenjata lengkap bersiaga dari gerbang bandara sampai sepanjang jalan yang kami lewati menuju pusat kota. Sepanjang perjalanan, tour guide kami banyak bercerita tentang kondisi Kashmir.
Kashmir berada di India Utara. Meskipun Kashmir berbendera India, orang Kashmir yang biasa disebut Kashmiri tidak pernah mau disebut sebagai orang India. Kami Kashmiri. Kashmiri bukan India.
Sikap ini adalah akibat dari catatan sejarah panjang dari konflik Kashmir, yang wilayahnya terus menjadi rebutan antara India dan Pakistan sejak puluhan tahun silam. Kawasan subur di lembah pegunungan Himalaya, yang sering dijuluki Surga Di Bumi telah melewati konflik tak berujung.
Setelah sekitar 1 jam perjalanan, kami sampai di Danau Dal. Selama 3 hari 2 malam, kami akan menginap di rumah perahu atau biasa disebut houseboat. Houseboat tempat kami menginap ini bernama Jasmine Flower milik keluarga Palla.
Sesampainya di houseboat, kami disambut hangat dan sangat kekeluargaan. Mereka memperlakukan tamu seperti keluarga. Kami disediakan sarapan nasi goreng khas Kashmir dan telur dadar. Secangkir teh rempah kahwa hangat berada dalam genggaman cukup membantu untuk menghangatkan tubuh yang kedinginan.
Agenda kami di hari pertama ini adalah naik Shikara menelusuri Danau Dal. Shikara adalah perahu yang dilengkapi dengan sofa nyaman dan kelambu yang cantik. 1 shikara dapat memuat 5-6 orang.
Shikara bergerak perlahan. Hening, terdengar suara dayung memecah keheningan. Keunikan dayung di sini adalah dayungnya berbentuk hati, simbol cinta. Saya pun menyebutnya dayung cinta.
Kashmir berada dalam lingkar rantai pegunungan Himalaya. Itulah mengapa, sepanjang mata memandang dan sejauh dayung dikayuh terlihat simfoni alam lekuk baris pegunungan yang pucuk-pucuknya tertutup salju.
Daya tarik keindahan yang sempurna inilah yang membuat Danau Dal dijuluki sebagai Permata di Mahkota Kashmir atau dalam bahasa inggrisnya Jewel in the crown of Kashmir atau Srinagar Jewel
Di danau Dal ini banyak sekali pedagang yang menawarkan barang dagangannya berupa pashmina, souvenir, saffron, dan ada juga makanan. Jika tertarik untuk membeli, pastikan harganya disepakati dulu dan jika tidak tertarik membeli cukup katakan saja no, thank you.
Di sini penjual dan pembeli bertransaksi di atas shikara. Saya pun membeli souvenir magnet kulkas untuk oleh-oleh. Kami selanjutnya diajak menelusuri pertokoan mengapung. Berbeda dengan pasar terapung, dimana penjual dan pembeli bertransaksi di atas Shikara.
Deretan toko terapung ini layaknya sebuah toko biasa. Buka selama 24 jam. Menjual berbagai macam souvenir khas Kashmir. Seperti karpet, syal, pashmina dengan kualitas terbaik, saffron, aneka kacang, aksesoris, baju dan masih banyak lagi.
Pak Manshur pedayung Shikara kami, atau kami lebih senang memanggilnya dengam sebutan Abah, sangat ramah sekali. Are you happy? itu adalah sepenggal pertanyaan yang sering ditanyakan kepada kami.
Pertanyaan ini sepertinya sudah mendarah daging dan menjadi kebiasaan masyarakat di sana, setiap sudah melakukan sesuatu untuk kita, mereka selalu bertanya are you happy?