Senin, 16 Desember 2019

Sedap Banget Lihatnya, Adoki Raja Tiga Si Ikon Kota Karang

Biak, merupakan salah satu destinasi di Papua. Biak yang dijuluki sebagai Kota Karang Panas ternyata memiliki banyak pantai indah, salah satunya Pantai Adoki Raja Tiga.
Pantai Adoki Raja Tiga, berada tak jauh dari pusat Kota Biak, hanya sekitar 15 menit. Bisa dijangkau memakai mobil atau motor, jalanannya pun sudah sangat bagus. Masih sedikit plang penunjuk arah ke pantai ini. Tapi tenang, karena kepopulerannya, bagi traveler yang ingin berkunjung ke sini, tinggal sebutkan saja namanya maka semua warga pasti tahu.

Disebut Pantai Adoki Raja Tiga karena dari pantai ini bisa dilihat tiga gugusan pulau kecil yang berada di tengah laut. Bahkan untuk mempermudah mengabadikan ketiga pulau tersebut sudah banyak dibangun spot foto untuk para pengunjung.Tiket masukpun hanya lima ribu rupiah, bahkan gratis jika tidak ada penjaganya.

Lalu untuk bermain dengan airnya maka traveler harus menuruni tangga panjang ke bawah. Cukup lelah dan capek, namun semuanya sebanding dengan keindahan yang bisa kita lihat dalam perjalanan kebawah. Kanan kiri sangat asri dengan pepohonan khas pantai, apalagi kalau bukan pohon kelapa.

Oiya salah satu keunikan pantai ini adalah tidak adanya pasir di pinggir pantai melainkan dipenuhi batu karang. Jadi jangan harap bermain pasir di sini ya. Tapi jangan salah keberadaan batuan karang tersebut justru dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk membuat kolam buatan.

Saya melihat ada tiga buah kolam buatan. Kolam ini biasanya dipakai untuk kegiatan sehari-hari penduduk sekitar. Seperti mencuci baju, mandi dan berenang. Membuat saya berpikir, beruntung banget ya warga sekitar bisa ke pantai setiap saat.

Sayangnya pantai indah ini masih sangat sulit dijangkau karena untuk ke Biak biaya pesawat tidaklah murah. Maka tak heran pantai ini masih terlihat sangat asri.

Tapi tenang bagi traveler yang ingin melihat pantai ini secara langsung dapat memesan tiket pesawat di tiket.com. Kenapa harus di tiket.com karena kadang kita bisa mendapat promo harga. Yang penting rajin buka aplikasinya, atau biar lebih mudah langsung install aplikasinya. Nanti kalau ada program promo maka akan langsung dapat pemberitahuan email dari tiket.com.

Jadi tunggu apalagi, yuk segera install aplikasinya dan booking tiket pesawatmu karena semua ada tiketnya.

Telaga Nilem Kuningan, Tempat Main Air yang Jernih dan Adem

Suka wisata air? Telaga Nilem di Kuningan bisa jadi pilihan. Di sini ada air tawar jernih dan segar, membuat siapa saja pasti tergoda nyebur ke dalamnya.
Telaga Nilem berada di desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Lokasinya mudah diakses karena berada di antara Kabupaten Kuningan, Cirebon, dan Majalengka. Traveler bisa pilih mana yang paling mudah dijangkau.

Berada di kawasan kaki gunung Ciremai, air di telaga ini pun jadi sangat segar. Terdapat pula ikan nilem, yang konon katanya menjadi asal-usul dari nama telaga ini. Tiket masuknya Rp 15 ribu dan traveler bisa berenang sepuasnya di air murni dari alam.

Waktu berkunjung yang tepat ke Telaga Nilem adalah di pagi hari ketika masih sepi pengunjung. Jika hari sudah siang, semakin banyak orang yang akan berdatangan baik warga sekitar maupun wisatawan dari luar kota.

Pada pagi hari, airnya masih sangat jernih. Untuk kedalamannya sendiri bervariasi mulai dari 1-3 meter. Jika belum bisa berenang, pastikan kalian bersama orang yang pandai berenang.

Kegiatan wajib yang dilakukan di sini pastinya foto underwater. Airnya yang sangat jernih membuat hasil foto terlihat bersih seperti bukan di air. Cocok banget bagi para pencinta air.

Menikmati Sunrise dan Melihat 4 Gunung dari Puncak Suroloyo Jogja

Dengan menaiki 286 anak tangga ke Puncak Suroloyo kita bisa menjadi saksi terbitnya sang surya yang muncul perlahan dari balik Gunung Merapi-Merbabu. Juga kamu bisa melihat dua gunung lainnya.
Puncak Suroloyo terletak di Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo atau 45 km dari Yogyakarta. Destinasi ini sesungguhnya berada pada perbatasan wilayah Jawa Tengah dan wilayah Yogyakarta.

Jika berangkat dari Jogjakarta membutuhkan waktu 1,5 jam hingga 2 jam untuk sampai ke Puncak Suroloyo. Pada cerita kali ini, saya dan beberapa teman akan mengunjungi Puncak Suroloyo untuk kesekian kalinya. Kami berangkat pukul 3 pagi dengan kondisi jalan yang sangat sepi, apalagi setelah memasuki Kecamatan Kalibawang, selain jalanan yang sudah mulai menanjak juga udara dingin menembus pori-pori kulit yang terbungkus jaket tebal.

Semakin mendekati tujuan semakin terjal pula tanjakan yang dilalui. Walaupun sebelumnya pernah mengunjungi Puncak Suroloyo, namun perjalanan menuju lokasi selalu menjadi pengalaman yang mendebarkan. Selama jalan menanjak, kami hanya beberapa kali melewati pemukiman penduduk, selebihnya adalah bukit di sisi kiri dan jurang di sisi kanan, penerangan hanya dari lampu kendaraan.

Jika teman-teman ingin berwisata ke Yogyakarta dan sekitarnya kini tidak perlu binggung lagi, dengan memasuki site atau download aplikasi tiket.com. Teman-teman bisa memesan segala kebutuhannya ketika traveling mulai dari keberangkatan, penginapan dan transportasi selama di kota tujuan hingga kepulangan. Melalui tiket.com kita bisa memesan tiket pesawat, tiket kereta api, hotel, hingga sewa mobil untuk berkeliling Yogyakarta

Setelah sampai di lokasi wisata Puncak Suroloyo, kami memarkirkan kendaraan di area parkir yang telah disediakan. Selanjutnya kami harus trekking menuju Puncak Suroloyo dengan menaiki anak tangga demi anak tangga yang membuat kami kehabisan nafas. Ditambah dengan dinginnya udara pagi yang membuat keringat engan menetes dan kabut pekat yang membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas.

Setelah setengah perjalanan, kami beristirahat sekitar 10 menit di pos 1 yang berupa gazebo. Setelah cukup beristirahat kami melanjutkan perjalanan menuju Puncak Suroloyo, total kami harus menaiki total 286 anak tangga untuk tiba di Puncak Suroloyo.

Sembari mengatur nafas dan beristirahat, kami menikmati keindahan lampu Kota Yogyakarta dan Magelang yang nampak dari kejauhan mulai dipadamkan satu-persatu. Setelah menunggu sekitar 15 menit akhirnya sedikit demi sedikit terlihat pancaran cahaya dari ufuk timur tepat di balik Gunung Merapi-Merbabu yang langsung menyinari dataran dan perbukitan di depannya.

Semakin lama cahaya yang dipancarkan semakin terang dan jangkauannya pun semakin luas. Tak lama kemudian nampak Gunung Sindoro dan Sumbing yang berdiri dengan gagah disisi utara. Kami beruntung pagi itu kabut tebal tidak berlangsung lama, sehingga terlihat jelas panorama alam Yogya dan Magelang ditambah dengan keempat gunung di sekitarnya.

Perlahan-lahan kabut di dataran rendah mulai menghilang dan terlihat jelas atap-atap bangunan dari kejauhan karena pancaran sang surya yang semakin meninggi. Candi Borobudur pun terlihat muncul dari sela-sela kabut.

Setelah beberapa menit akhirnya sang surya sudah berada di atas Gunung Merapi dan cahaya yang dipancarkannya pun semakin menusuk. Suasana sekitar pun menjadi terik.