Sabtu, 14 Desember 2019

Liburan Hemat ke Maldives, Begini Ternyata Caranya

Siapa bilang liburan ke Maldives harus keluar banyak uang? Liburan hemat di bawah Rp 10 juta bisa juga kok Maldives. Begini caranya.

Maldives atau yang dalam bahasa Indonesia di kenal dengan nama Maladewa adalah negara yang terkenal dengan keindahan pantai dan resortnya. Dimana pantai dan lautan di negara ini meliliki warna unik (biru tosca dan hijau tosca). Biota lautnya pun layak menjadikan perairan ini sebagai petualangan diving yang menyenangkan.

Dahulu (lebih dari 5 tahun yang lalu) untuk pergi ke Maldives memerlukan biaya yang cukup besar, tetapi sekitar 4 tahun terakhir ini banyak maskapai berbiaya hemat yang memiliki rute untuk pergi ke Maldives dengan harga tiket yang cukup terjangkau. Sehingga saat ini untuk pergi ke maldives kita bisa mengeluarkan budget di bawah Rp 10.000.000.

Dengan alternatif menginap di pulau penduduk seperti Male, Maafushi atau Hulhule. Saat saya pergi ke maldives tahun 2017 lalu saya menginap di pulau Maafushi dan saya sangat merekomendasikan kepada teman-teman traveller jika ingin pergi ke Maldives dengan biaya hemat bisa menginap di pulau ini.

Selain hotel nya cukup bagus, nyaman dan fasilitasnya juga baik, pulau ini memiliki pantai yang bagus. Hampir sebagain besar sekeliling pulau terbentang bibir pantai dengan pasir putih yang bersih dan air yang berwarna tosca.

Selain itu toko-toko dan cafe di pulau ini juga cukup banyak, sehingga untuk melalui aktivitas malam kita bisa memilih untuk bersantai di cafe yang letaknya di pinggir pantai. Sungguh hal yang sangat menyenangkan, santai menikmati secangkir kopi hangat dengan ditemani musik yang mendayu, kita dapat relax menghirup kesegaran udara pantai.

Dalam itinerary perjalan saya ke Maldives, ada 1 hari untuk pergi ke salah satu resort dengan menggunakan tiket one day entry yang terdiri dari (transportasi PP menggunakan speedboat dari Maafushi ke reosrt, tiket masuk resort, free wifi selama berada di resort, welcome drink, makan siang all you can eat).

Ada lebih dari 5 resort yang ditawarkan pada brosur yang ada di hotel. Saat itu saya dan teman memilih untuk pergi ke Centara Rash Fushi, dengan pertimbangan pulau resort cukup besar dan ada icon unik di resort ini yaitu hammock yang terpasang menggantung di atas laut. Yah tentunya salah satu aktivitas wajib setiap lokasi yang saya kunjungi adalah bisa dijadikan sebagai objek photography.

Jam 7.30 pagi speed boat berangkat dari Maafushi menuju ke Centara Rash Fushi. Ombak saat itu cukup besar sehingga sepanjang perjalanan kapal terguncang cukup keras. Sayamelewati beberapa pulau resort lain, hampir semua resort yangsaya lewati mampu membuat berdecak. Maklum saya salah satu pengagum pantai.

Sekitar 40 menit perjalanan kami tiba di Centara rash Fushi, huahaha, girangnya saat saya turun dari kapal. Langsung menuju ke icon berbentuk huruf C dengan gradasi air warna toscadan pohon kelapa yang mengelilingi pulau menghasilkan foto terlihat sangat sempurna.

Setelah melewati gate, saya dan teman diarahkan ke cafe untuk mendengarkan pengarahan dari petugas di resort sambil menikmati welcome drink. Kemudian saya langsung berjalan keliling pulau, dan semua sudut pulau memberikan tawaran pemandangan yang luar biasa.

Pertama saya berfoto di jembatan yang menuju ke water villa, lalu masuk ke cafe yang memiliki hammock menggantung di sisi kelilingnya langsung di atas air laut. Lalu saya menemukan tempat favorite sebuah bangunan mungil yang menjorok ke laut berbentuk bundar dengan atap rumbai. Tempat ini asik untuk duduk bersantai dan mengambil foto dari berbagai sudut.

Cuaca cerah hari ini pun sangat mendukung sehingga bisa memberikan hasil foto yang kontras. Lalu hal wajib lainnya tentunya menceburkan diri ke laut, berendam dan berenang di air yang jernih.
Sorenya setelah lelah beraktivitas sepanjang hari, saya membeli kelapa muda di sebuah cafe sambil mendengarkan live music, menunggu moment sunset (salah satu hal yang sangat saya sukai terutama jika sedang berada di pantai). Melihat perubahan warna langit dari biru menjadi semu orange, lalu semakin redup dan akhirnya terang berganti menjadi gelap.

Jam 17.30 speedboat menjemput saya dan rombongan lainnya untuk kembali ke pulau tempat kami menginap masing-masing. Suatu saat saya akan datang ke negara ini lagi, akan mengunjungi pulau resort lainnya yang saat itu belum sempat saya datangi satu-persatu.

Fatuulan, Negeri Dongeng dari Indonesia Timur

 Siapa bilang Indonesia tak punya negeri dongeng. Inilah Fatuulan, sebuah desa dari NTT yang berada di ketinggian, tertutup kabut bagai negeri dongeng.

Desa Fatuulan berada kecamatan Ki'e, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Desa ini berjarak sekitar 40 Km dari jantung Kota Soe. Untuk menuju daerah ini, traveler bisa menempuh jalur darat, menggunakan mobil atau motor dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

Akses menuju desa ini cukup sulit karena sebagian besar jalannya yang masih menggunakan sertu kasar.

Desa Fatuulan tidak hanya indah, namun juga memiliki kekayaan budaya leluhur Atoin Meto (orang Timor). Di sini banyak ditemukan Rumah tradisional orang Timor.

Rumah tradisional orang Timor ini biasa disebut ume kbubu (rumah bulat). Ume kbubu adalah salah satu identitas orang Timor. Rumah trasional ini terdiri dari 4 buah tiang penyangga dan beratap alang-alang.

Sesuai dengan namanya, rumah ini berbentuk bulat, tapi ada juga yang bentuknya lonjong. Kalau dari jauh, rumah ini tidak terlihat seperti rumah, hanya terlihat seperti tumpukan ilalang.

Pintunya juga sangat pendek, sekitar 1 meter sehingga kalau kita mau masuk, kita harus berjongkok. Rumah bulat tidak memiliki jendela dan sekat, juga tidak berubin dan masih berlantai tanah.

Semua aktivitas di dalam rumah, seperti tidur, makan bahkan memasak, dilakukan dalam satu ruangan. Selain sebagai tempat tinggal, rumah bulat juga digunakan sebagai tempat menyimpan dan mengawetkan hasil pangan seperti jagung, kacang, dan umbi-umbian.

Karena memiliki keindahan indahan serta masih terjaganya alam dan budaya di desa ini, julukan desa diatas awan disematkan kepada desa Fatuulan.

Saat memasuki gerbang desa, kamu akan ini disajikan oleh pemandangan hamparan perbukitan hijau yang indah, hewan peliharaan masyrakat setempat yang dilepas dan senyuman khas masyrakat desa Fatuulan. Suasana perkampungan juga sangat tenang dan sejuk karena berada di lereng Gunung Marapi dengan ketinggian 600-800 mdpl.

oh, iya. Di provinsi Nusa Tenggara Timur, banyak sekali desa-desa yang indah dan memliki kekayaan budaya seperti desa wai rebo di flores, desa adat di Boti dan lain-lain.

Liburan Hemat ke Maldives, Begini Ternyata Caranya

Siapa bilang liburan ke Maldives harus keluar banyak uang? Liburan hemat di bawah Rp 10 juta bisa juga kok Maldives. Begini caranya.

Maldives atau yang dalam bahasa Indonesia di kenal dengan nama Maladewa adalah negara yang terkenal dengan keindahan pantai dan resortnya. Dimana pantai dan lautan di negara ini meliliki warna unik (biru tosca dan hijau tosca). Biota lautnya pun layak menjadikan perairan ini sebagai petualangan diving yang menyenangkan.

Dahulu (lebih dari 5 tahun yang lalu) untuk pergi ke Maldives memerlukan biaya yang cukup besar, tetapi sekitar 4 tahun terakhir ini banyak maskapai berbiaya hemat yang memiliki rute untuk pergi ke Maldives dengan harga tiket yang cukup terjangkau. Sehingga saat ini untuk pergi ke maldives kita bisa mengeluarkan budget di bawah Rp 10.000.000.

Dengan alternatif menginap di pulau penduduk seperti Male, Maafushi atau Hulhule. Saat saya pergi ke maldives tahun 2017 lalu saya menginap di pulau Maafushi dan saya sangat merekomendasikan kepada teman-teman traveller jika ingin pergi ke Maldives dengan biaya hemat bisa menginap di pulau ini.

Selain hotel nya cukup bagus, nyaman dan fasilitasnya juga baik, pulau ini memiliki pantai yang bagus. Hampir sebagain besar sekeliling pulau terbentang bibir pantai dengan pasir putih yang bersih dan air yang berwarna tosca.