Jumat, 13 Desember 2019

Erick Thohir Mau 'Sikat' Anak Usaha BUMN yang Kinerjanya Buruk

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan moratorium pembentukan anak usaha perusahaan pelat merah. Pemberhentian sementara waktu ini dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan.

Mengutip salinan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019 tentang Penataan Anak Perusahaan atau Perusahaan Patungan di Lingkungan Badan Usaha Milik Negara, (Jumat (13/12/2019), Kementerian BUMN akan melakukan evaluasi terhadap fokus anak usaha dan perusahaan patungan yang kinerjanya tidak bagus.

"Kementerian BUMN melakukan review terhadap going concern Anak Perusahaan dan Perusahaan Patungan yang kinerjanya tidak baik dan mengambil keputusan terbaik berdasarkan pengkajian, dengan melibatkan Direksi BUMN," bunyi Kepmen tersebut.

Diterbitkannya Kepmen ini menimbang beberapa hal, di antaranya keberadaan anak perusahaan atau perusahaan patungan BUMN yang fokus bisnisnya sama perlu dikonsolidasikan.

"Bahwa penataan sebagaimana dimaksud huruf a, juga mempertimbangkan keberadaan Anak Perusahaan dan Perusahaan Patungan yang memiliki bidang usaha atau fokus bisnis yang sama, perlu dikonsolidasikan dalam rangka efektifitas pengelolaannya," bunyi Kepmen tersebut.

Orang Terkaya RI Jadi Wantimpres, Bagaimana Sepak Terjangnya?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) hari ini. Kalangan pengusaha ikut ditunjuk Jokowi jadi Wantimpres. Dato Sri Tahir salah satu orang terkaya di Indonesia pun ikut ditunjuk Jokowi.

Lantas siapa sih Tahir?

Dari catatan detikcom, Jumat (13/12/2019), Tahir adalah putra asli Surabaya yang masuk 10 besar daftar orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes tahun 2019. Tahir memiliki kekayaan hingga US$ 4,8 miliar atau setara dengan Rp 67,2 triliun (kurs Rp 14 ribu).

Pendiri Mayapada Group ini sukses mengelola perusahaan miliknya sejak puluhan tahun lalu. Perusahaannya meliputi sejumlah unit bidang usaha dari perbankan, TV berbayar, media cetak, properti, bahkan hingga ke rumah sakit.

Pria ini juga hobi bagi-bagi uang alias dermawan. Dia gemar menyumbangkan harta untuk kemanusiaan. Tak hanya di Indonesia, Tahir juga kerap menyumbang ke negara lain. Dia sering berkeliling dunia untuk menyalurkan bantuan. Bahkan, Tahir juga memiliki yayasan kemanusiaan yaitu Tahir Foundation.

Namun tak disangka, pria terkaya Indonesia itu dulunya seorang anak penyewa becak yang miskin. Pria kelahiran 26 Maret 1952 ini mengaku hidup dari keluarga tak mampu. Bahkan dia tinggal di rumah kontrakan di Surabaya.

"Lebar rumah saya berapa kira-kira 3,5 meter atau 4 meter sama panjang. Orang tua saya kerjaannya sebagai penyewa becak," kata Tahir dalam sebuah sesi wawancara khusus bersama detikcom.

Hingga mencapai kesuksesannya sekarang, Tahir mengaku tak pernah melupakan asal-usulnya sebagai seorang anak bandar becak. Bahkan, dirinya juga masih menyimpan foto-foto masa lalunya saat duduk di becak milik orang tuanya.

Selama bertahun-tahun,Tahir mengaku banyak mengalami jatuh bangun dalam usaha yang dijalaninya. Berkat kerja keras dan keteguhan hatinya, Tahir bisa membuktikan dia mampu mengubah nasibnya dari seorang anak penyewa becak yang miskin hingga menjadi konglomerat ternama Indonesia.

Soal sepak terjang bisnisnya, Tahir memulai kiprahnya di dunia usaha dengan merintis bisnis garmen. Dari situ lambat laun, Tahir merambah bisnis lain.

Dia mendirikan Mayapada Group yang didirikannya pada 1986, bisnisnya merambat hingga di bidang kesehatan. Bahkan Tahir juga masuk ke dunia media dengan mendirikan Forbes Indonesia. Bank Mayapada yang dia dirikan tahun 1990 menjadi salah satu andalan tahir untuk mengumpulkan pundi-pundi uang hingga kini.

Pertamina Punya 142 Anak Usaha, Apa Saja Tuh?

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan belum menghitung jumlah total anak hingga cucu usaha yang dimiliki perusahaan pelat merah. Dia bilang untuk 1 BUMN seperti PT Pertamina (Persero) saja bisa memiliki hingga lebih dari 140 anak usaha.

"Ya nggak tahu (jumlahnya), Pertamina saja 142. Belum (dihitung totalnya)," kata Erick di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Erick mengatakan telah mengeluarkan aturan tentang pembentukan anak cucu usaha BUMN. Hal ini dilakukan agar tak ada pihak yang memanfaatkan banyaknya anak usaha BUMN.

"Saya sudah mengeluarkan Kepmen bahwa anak cucu perusahaan itu sekarang harus ada review dari kita alasannya apa. Jangan sampai ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang menggerogoti perusahaan sehat," kata Erick.

"Kalau enggak akhirnya ini yang saya nggak mau, akhirnya semua berlomba-lomba menjadi komisaris juga. Bayangkan kalau ada misalnya, saya bukan suudzon ya. Misalnya di Pertamina, aa 142 perusahaan. Tiba-tiba direksinya menjadi komisaris di 142 perusahaan. Itu kan lucu-lucuan. Nah itu kita sikat," sambungnya.

Diketahui, Erick Thohir memperketat perizinan pembentukan anak, cucu sampai cicit BUMN. Hal ini dipertegas lewat penerbitan Keputusan Menteri (Permen) BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019.

Beleid ini baru saja diterbitkan per 12 Desember 2019 kemarin sekaligus telah disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden RI Ma'aruf Amin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati, serta pejabat Kementerian BUMN lainnya.

Pasca-penerbitan kebijakan tersebut, maka pendirian anak perusahaan maupun perusahaan patungan di lingkungan BUMN bakal dihentikan sementara sampai Menteri BUMN melakukan pencabutan atas kebijakan tersebut. Aturan ini juga dapat berlaku pada perusahaan afiliasi yang terkonsolidasi ke BUMN termasuk cucu perusahaan dan turunannya.

Profil Garuda Tauberes Indonesia, Anak Usaha yang Bikin Erick Bingung

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tergelitik dengan anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, yaitu PT Garuda Tauberes Indonesia. Erick mengaku tidak mengetahui persis fokus anak perusahaan maskapai pelat merah tersebut.

"Dan yang menarik kalau di situ ada juga yang mohon maaf menggelitik. Ada cucu dari perusahaan Garuda yang namanya Garuda Tauberes Indonesia. Nggak tahu bergerak di bidang apa," ujar Erick di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Anak perusahaan Garuda Indonesia ini dirilis pada 11 September 2019. Garuda Tauberes adalah aplikasi logistik digital yang diklaim menjadi yang pertama di Indonesia menghubungkan layanan kargo udara dengan agen pengiriman barang kepada masyarakat (end customers).

Aplikasi Tauberes merupakan platform e-commerce yang menyediakan jasa pemesanan logistik, baik itu untuk kurir, air cargo gateway dan payment yang dikembangkan oleh PT Garuda Tauberes Indonesia (GTI). Di dalam aplikasi ini terdapat tiga fitur utama, yaitu kirim paket, kargo udara, dan belanja online.

Mengutip laman resmi perusahaan, GTI beralamat di Gedung Garuda Indonesia Gunung Sahari Jalan Gunung Sahari Raya No. 52 Jakarta 10610. Belum banyak informasi yang ditampilkan di laman resmi perseroan selain tiga fitur utama di atas untuk pengiriman barang.

Dalam website resminya di tauberes.co.id, aplikasi ini tercatat masih dalam versi beta.