Kamis, 12 Desember 2019

Singgah ke Markas Raksasa Kereta Api Jepang, Tokyo Metro

Bicara soal perkeretaapian dunia, Jepang merupakan salah satu yang terbaik. Rahasianya dapat ditemui di pusat pelatihan Tokyo Metro yang megah dan modern.

Berkat kerjasama antara Pemerintah Jepang yang diwakili oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan Pemerintah Indonesia dan Pemkot DKI Jakarta, moda transportasi masal atau yang dikenal dengan MRT Jakarta lahir pada pertengahan 2019 lalu.

Namun, jauh sebelum itu Jepang telah lebih dulu mengembangkan sistem transportasi terpadu tersebut sejak tahun 1927 silam. Salah satu pelopornya adalah pihak Teito Rapid Transit Authority (TRTA) atau yang kini telah bertransformasi sebagai Tokyo Metro.

Sebagai salah satu operator kereta api terbesar di Jepang, Tokyo Metro pun telah banyak makan garam. Pengalamannya di bidang tersebut selama lebih dari 90 tahun tersebut pun telah diaplikasikan pada MRT Jakarta yang dibimbing langsung oleh Jepang.

Selain konsisten melayani sekitar 7,5 juta penumpang per hari, pihak Metro Tokyo juga aktif melakukan kaderisasi para calon masinis hingga pelaku industri kereta api di dalam dan luar negeri termasuk Indonesia.

Untuk itu, pihak Metro Tokyo pun memiliki satu bangunan khusus bernama Tokyo Metro Comprehensive Learning and Training Center di Tokyo. Bersama dengan rombongan penerima MRT Fellowship 2019, detikcom pun berkesempatan melihat langsung rahasia pihak Tokyo Metro di sana, Selasa (10/12/2019).

Setibanya di markas pelatihan Tokyo Metro, kami pun disambut oleh Kimura Naoto selaku Direktur Departemen Hubungan Internasional Pusat Pelatihan Tokyo Metro dan jajarannya.

"Tempat ini memiliki luas 27 ribu hektar dan luas bangunan 19 ribu meter persegi. Di sini kami punya stasiun peron dan kereta peraga, semua lengkap," ujar Kimura.

Usai pengenalan latar belakang, kami pun dipandu oleh salah satu staff senior bernama Ishida untuk melihat langsung maskas sekaligus pusat pelatihan Tokyo Metro tersebut. Fasilitasnya pun sangat beragam dan berbeda fungsinya.

Apa saja? Mari kita simak satu per satu berikut ini:

1. Tempat pelatihan customer service

Di tempat ini hadir replika dari sebuah stasiun kereta lengkap dengan segala fasilitas penunjangnya, misalnya seperti mesin kartu elektronik hingga gate masuk ke dalam interior stasiun. Di mana proses latihan juga bisa dipantau dari dalam maupun luar ruangan.

2. Replika stasiun

Sejauh mana Jepang menghadirkan pengalaman perkeretaapian? Jawabannya adalah dengan menghadirkan replika interior stasiun kereta (Mock up) lengkap dengan segala fasilitas penunjangnya. Lengkap dengan rel kereta serta kereta yang bisa dioperasikan via rel sepanjang 700 meter.

"Setiap stasiun juga dipantau oleh CCTV dan patroli keamanan. Kalau ada apa-apa bisa kontak langsung ke kepolisian" ujar Ishida.

3. Simulator kereta

Seorang masinis kereta belum dinyatakan lulus apabila belum dapat mengoperasikan kereta secara manual maupun otomatis. Hanya tidak secara langsung di awal, melainkan lewat latihan di simulator kereta.

Pihak Tokyo Metro pun menghadirkan simulator kereta yang dibuat sedemikian rupa untuk latihan para calon masinis hingga tamu undangan. Lengkap dengan suara, gerakan hingga getarannya.

4. Pusat pengembangan kesadaran keselamatan

Membawa kereta juga memerlukan kesadaran akan keselamatan pengguna kereta. Materi itu pun diajarkan di ruangan ini lewat audio, visual hingga ilustrasi terkait keselamatan. Termasuk juga sejarah kecelakaan dan bencana di Jepang.

5. Ruang pelatihan sinyal

Selain dituntut pandai mengoperasikan kereta, para calon masinis juga wajib paham soal sinyal dalam perkeretaapian. Termasuk juga bagaimana cara pengoperasian sinyal, fungsinya hingga bagaimana cara memindahkan jalur rel. Semua dipelajari di ruangan ini.

6. Ruang pelatihan fasilitas listrik

Ruangan yang satu ini berisi aneka alat dan mesin listrik yang digunakan untuk mengoperasikan kereta. Para calon teknisi dan masinis pun diwajibkan tahu cara mengoperasikannya.

7. Jalur kereta

Tak ada latihan terbaik selain praktek langsung di lapangan. Masih di dalam area pelatihan, para calon masinis harus bisa mengoperasikan sebuah kereta asli yang tersambung dengan replika stasiun kereta api di dalam bangunan tersebut.

"Tugas kami adalah menyiapkan SDM perkeretaapian yang baik, mereka bekerja di sini," ujar Ishida sambil menyebut para calon masinis yang menimba ilmu di sana.

Itulah sekilas tentang kantor dan pusat pelatihan perkeretaapian Tokyo Metro yang telah berdiri sejak tahun 2016 silam tersebut. Melihat lengkapnya fasilitas di tempat ini, tak heran kalau Jepang telah sangat sukses memajukan moda transportasi massalnya jadi salah satu yang terbaik di dunia.

Yang Baru di Jepang: Hotel Kapsul Kucing

Untuk mengisi liburan akhir tahunmu, cobalah menginap hotel unik di Osaka. Di sana kamu bisa menginap bareng kucing-kucing menggemaskan.

Jepang seolah tak kehabisan akal untuk menyenangkan hati wisatawan. Para pecinta kucing boleh berbahagia karena setelah membuka cafe kucing, kini Jepang juga punya hotel kapsul kucing. Seperti apa ya wujudnya?

Hotel kapsul kucing bernama Neko Hatago ini dibangun oleh Neco Republic, sebuah perusahaan yang bergerak dalam kesejahteraan kucing. Selama ini perusahaan tersebut memang menampung dan merawat kucing-kucing liar. Neco Republic sebelumnya telah meluncurkan inovasi cafe kucing yang disebut Neko Yokujo.

Kedua bangunan ini letaknya bersebelahan, lebih tepatnya hanya dipisahkan panel kaca. Jadi, para tamu hotel bisa dengan bebas melihat kucing-kucing berkeliaran di cafe kucing dari balik jendela kamarnya. Namun jangan khawatir, jendela ini hanya bisa melihat ke arah cafe sehingga orang-orang yang ada di cafe itu tidak akan bisa melihat kamar tamu hotel.

Berbagai tipe kamar kapsul juga tersedia di sini. Ada yang untuk satu orang dan ada pula yang muat untuk dua orang. Harga sewa untuk semalam berkisar antara 8.500-11.500 yen (sekitar Rp 1,1-Rp 1,5 juta) belum termasuk pajak.

Kalau belum puas hanya melihat kucing dari balik kaca, tamu hotel juga bisa bermain langsung dengan kucing-kucing tersebut. Tamu diperbolehkan meminjam mainan yang dikendalikan radio untuk menarik perhatian si kucing. Tamu juga bisa masuk ke cafe kucing menggunakan voucher senilai 3.000 yen atau sekitar Rp 387 ribu yang berlaku selama 2 jam.

Uniknya lagi, Neko Hatago juga menawarkan fasilitas mandi bareng kucing, dimana tamu hotel akan berbagi kamar mandi dengan kucing-kucing. Di sini juga ada pemandian kaki, dimana tamu hotel akan dibersihkan kakinya sembari memangku kucing. Jika ingin menikmati fasilitas ini, tamu akan dikenakan biaya 500 yen atau sekitar Rp 65 ribu selama 10 menit.

Jika kamu tertarik dengan salah satu kucing, kamu juga bisa berdiskusi dengan Neco Republic untuk mengadopsinya. Karena pada dasarnya semua kucing di sana adalah kucing jalanan yang mencari rumah baru untuk kehidupan yang lebih baik.

Neko Hatago terletak di Osaka-shi, Chuo-ku, Shimanouchi 1-14-29. Hotel ini rencananya akan dibuka pada 16 Desember 2019 mendatang. Sebagian keuntungan dari hotel ini akan dialokasikan untuk makanan kucing dan biaya pengobatan kucing yang membutuhkan.

Selamat Tinggal pada Stasiun Bersejarah di Jepang Ini

Stasiun Harajuku yang merupakan salah satu stasiun tertua dan bersejarah di Jepang akan dibongkar usai perhelatan Olimpiade Tokyo 2020.

Sebagaimana dilansir dari situs NHK, Rabu (11/12/2019), East Japan Railway Company (JR East), perusahaan yang bertanggung jawab dalam rencana pembongkaran tersebut mengatakan keputusan ini sudah final setelah sempat berkonsultasi dengan otoritas Shibuya, dimana stasiun itu berada dan asosiasi ritel lokal.

Rencana pembongkaran ini disayangkan oleh masyarakat dan turis karena Stasiun Harajuku telah menjadi destinasi ikonik yang ramai dikunjungi. Stasiun ini juga punya letak strategis karena orang-orang akan melewatinya ketika akan berbelanja fashion di Jalan Takeshita atau mencicipi kudapan permen kapas pelangi.

Stasiun Harajuku adalah stasiun kayu tertua di Tokyo yang telah digunakan penduduk lokal dari berbagai generasi dan turis dari berbagai negara sejak pertama kali dibangun pada 1924. Stasiun ini bahkan tetap kokoh berdiri walaupun sempat terkena bom saat Perang Dunia II.

Struktur stasiun yang terbuat dari kayu itu didesain insinyur bernama Kaoru Hasegawa pada masa Taisho di Jepang. Kabarnya, stasiun ini memiliki peron yang dibuat secara spesial untuk keluarga kerajaan. Peron tersembunyi ini dikisahkan telah digunakan secara rahasia oleh Kaisar Taisho untuk menghindari atensi publik padanya dan penyakitnya pada masa itu.

Stasiun ini terpaksa harus dibongkar karena kondisi bangunan yang tak memenuhi syarat tahan api. Bangunan ini akan digantikan dengan bangunan yang lebih aman dan modern. Rencananya bangunan baru tersebut akan dibuka pada 21 Maret 2020.

Bangunan yang baru kabarnya akan memiliki ruangan yang lebih luas sehingga pengunjung akan lebih mudah bergerak dan pintu keluarnya yang dekat dengan Meiji Jingu akan membuat pengunjung lebih mudah mengakses kuil. Selain itu, JR East juga mengungkapkan rencana pembangunan kafe di lantau dua dan ruang istirahat khusus orang tua dan bayi.

Jika traveler penasaran dan ingin menikmati pemandangan Stasiun Harajuku yang asli untuk terakhir kalinya, traveler bisa datang pada akhir tahun ini hingga awal tahun 2020 mendatang.