Kamis, 12 Desember 2019

Ilmuwan Kasih Tahu Bikin Emisi Pesawat Tak Terlalu Berbahaya

Para ilmuwan menemukan cara yang bisa bikin emisi pesawat tak terlalu berbahaya bagi manusia juga lingkungan. Bagaimana caranya?

Untuk diketahui bahwa industri penerbangan menyumbang 2% dari emisi karbon dioksida buatan manusia (CO2). Pada 2050, ini diperkirakan akan meningkat hingga 22% jika tidak ada perubahan.

Seperti diberitakan CNN, Rabu (11/12/2019), para ilmuwan MIT memberi masukan bagi pembuat kebijakan untuk memodifikasi emisi pesawat. Emisi itu memperburuk kualitas udara dan berkontribusi pada ribuan kematian setiap tahunnya.

Dalam konferensi perubahan iklim COP25 minggu ini, temuan mereka dapat memberi solusi dalam upaya menghindari dampak global yang mengerikan akibat dari gas yang membendung. Dalam Laporan Kesenjangan Emisi PBB, semua negara perlu dengan cepat mengurangi emisinya.

Studi para ilmuwan, yang diterbitkan baru-baru ini di Environmental Research Letters, merinci bagaimana komponen-komponen pembuangan pesawat berdampak pada iklim global dan kesehatan manusia. Pro dan kontra kebijakan pasti terjadi dalam tujuan mengurangi emisi ini.

"Hasil dari makalah ini memungkinkan kita mengetahui apa pengorbanannya sebagai pengganti. Misalnya, mengurangi satu komponen emisi pesawat dapat menyebabkan peningkatan komponen lainnya untuk memastikan teknologi bekerja dengan tepat," kata Dr. Florian Allroggen, salah satu peneliti utama dalam penelitian ini.

Para ilmuwan menemukan bahwa tiga komponen emisi pesawat bertanggung jawab atas 97% dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Adapun komponen itu yakni nitrogen oksida, karbon dioksida, dan contrails, semuanya terbentuk ketika uap air mengembun pada partikel emisi.

Maskapai besar sudah ada yang menerapkan karbon netral. Tapi para peneliti menyarankan ada komponen lain yang mungkin lebih penting untuk dikendalikan daripada karbon.

"94% dampak kualitas udara dipengaruhi oleh nitrogen oksida. Ini menunjukkan bahwa langkah-langkahnya ditujukan untuk mengurangi emisi nitrogen oksida, pembersihan terbesar di arah sana," kata Dr. Sebastian Eastham, ilmuwan utama lain dalam penelitian ini.

Paparan nitrogen oksida dikaitkan dengan menciptakan ozon di permukaan tanah, yang dapat mempercepat penyakit dan merusak fungsi paru-paru pada manusia. Dua penelitian yang diterbitkan sebelumnya mengatakan masalah kualitas udara yang disebabkan oleh polusi dari emisi pesawat menyebabkan sekitar 16.000 kematian prematur setiap tahun.

Emisi penerbangan tidak memengaruhi semua wilayah dunia secara merata. Para ahli menyoroti fakta ini sebagai hal yang penting dalam prioritas tindakan.

"Karena komposisi atmosfer, dampak emisi pesawat di Eropa secara signifikan lebih tinggi. Orang kemudian ada argumen bahwa mengurangi emisi pesawat di Eropa mungkin lebih penting daripada wilayah lain di dunia," jelas Allroggen.

"Baik kualitas udara dan dampak iklim harus dipertimbangkan bersama jika kita ingin menurunkan kerusakan lingkungan yang terkait dengan penerbangan," imbuh Eastham.

Apa Limbah Toilet Pesawat Dibuang di Tengah Penerbangan?

Buat traveler yang sering naik pesawat, apalagi yang gemar bolak-balik ke toilet, pernah bertanya-tanya ke mana perginya limbah yang kamu buang itu? Apakah pembuangan kotoran dari toilet pesawat terjadi di tengah-tengah penerbangan berlangsung?

Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, Express.co.uk mengutip tuturan pilot Patrick Smith dalam bukunya yang berjudul Cockpit Confidential. Jadi, apakah limbah kotoran di toilet itu serta-merta dibuang pada saat pesawat berada di udara?

"Jawabannya tidak. Tak mungkin membuang isi toilet pada saat penerbangan berlangsung," sebutnya.

Jadi apa yang sebenarnya terjadi dengan limbah pembuangan toilet di pesawat? Disebutkan adanya kombinasi dari sistem vakum, sejumlah cairan sanitasi biru, dan non-stick coating (sistem pelapisan pada permukaan agar tidak lengket).

Tony King, Direktur Penjualan SkyKem yang merupakan penyuplai teknologi kebersihan dalam industri penerbangan mengatakan bahwa di bagian bawah toilet ada katup vakum dengan mekanisme tertentu. Limbah dalam toilet lantas tersedot masuk ke dalam sebuah tangki khusus di pesawat, yang berisikan kumpulan hal sejenis dari toilet-toilet yang ada.

"Pada saat Anda menyiram toilet, katup itu terbuka dan suara kencang yang muncul kemudian terjadi karena tarikan vakum atas limbah yang ada. Vakum menarik kotoran dari toilet dan menempatkannya ke sebuah tangki. Vakum itu dirancang sehingga limbah dan bau tidak enak kesemuanya bisa tersedot ke dalam tangki," tuturnya.

Dalam bukunya, Smith pun memberikan tambahan. "Di akhir setiap penerbangan, cairan berwarna biru bersama dengan segala 'kontribusi' Anda di dalamnya, akan tersedot ke sebuah tangki yang berada di bagian belakang sebuah truk."

Namun, ada kalanya limbah toilet dari pesawat itu secara tidak sengaja tercecer dari pesawat yang sedang mengudara. Smith mengisahkan, pernah ada sebah kasus di mana seseorang menang gugatan hukum usai kejatuhan serpihan 'es biru' dari pesawat. Menurutnya, itu memang bisa saja terjadi akibat adanya kebocoran dari bagian eksterior toilet pada pesawat.

Model Malaysia Bentak Pramugari Karena Dilarang Pipis

 Seorang model Malaysia marah-marah ke pramugari karena melarangnya menggunakan toilet. Dia pun merekam wajah semua staff pesawat dan memakinya di media sosial.

Dilansir detikcom dari beragam sumber, Kamis (24/10/2019) seorang model Malaysia bernama Sabee Chin memposting kata-kata tak mengenakan di Facebook dan beberapa video tentang prilaku kasar staff AirAsia. Amarahnya ini berawal dari dilarangnya dia menggunakan toilet.

Dalam postingannya Sabee menceritakan bahwa dia dan beberapa orang lainnya berbaris di depan toilet. Dia pun menanyakan kepada pramugari ada apa, dan dengan sopan pramugari menjawab bahwa pesawat mau landing dan toilet sudah tidak bisa digunakan.

Selain menjawab dengan sopan, sang pramugari juga meminta Sabee dan penyumpang lain kembali ke bangku. Namun Sabee mencoba meminta sekali lagi izin untuk menggunakan toilet, namun sang pramugari tidak merespon dan menyuruh dirinya dan penumpang lain untuk kembali ke bangku.

Sabee pun tidak bisa menerima sikap pramugari AirAsia ini. Saat telah mendarat dia pun mendorong ponselnya beberapa kali kepada wajah para staff dan memaki-makinya. Dia juga mengatakan akan mengadu ke layanan pelanggan meskipun faktanya dia yang membuat masalah.

Sabee pun merekam semua wajah para staff penerbangan. Dan dengan nada mengejek dia meneriakan "AisAsia! InI AirAsia ok!". Walau Sabee sudah marah-marah, namun terlihat para staff AisAsia hanya diam dan mencoba melanjutkan pekerjaan mereka.

Sejak postingan itu beredar, Sabee bukanlah mendapatkan dukungan dari para netizen. Dia malah dikritik netizen karena bersikap kasar. Padahal para staff hanya mengikuti protokol keselamatan dan dia malah bersikap semena-mena.

detikcom pun mencoba mencari postingan Sabee, dan sepertinya postingan tersebut telah dihapus.