Selasa, 10 Desember 2019

Surat Perpisahan Eks CEO Bukalapak Achmad Zaky Untuk Karyawan

Eks CEO Bukalapak Achmad Zaky mengirimkan surat perpisahan yang menyentuh kepada para karyawannya. Dalam surat tersebut, Zaky bercerita bagaimana membangun Bukalapak dari nol hingga sebesar saat ini.

Sebelumnya menjadi bagian startup yang bergelar unicorn, Zaky ingat betul bagaimana ia bersama para pendiri lainnya, Fajrin Rasyid dan Nugroho Herucahyono (Xinuc) mendirikan Bukalapak dari kosan. Seiring dilakukan perbaikan hingga menerapkan best practice perusahaan teknologi kelas dunia, perusahaan ini semakin menggaung di dunia startup.

Semua itu, disampaikan Zaky, berkat andil dari para karyawan Bukalapak yang dikatakannya punya kegigihan, kekompakan, dan semangat untuk menciptakan perubahan bagi banyak orang.

Di tahun ke-10 Bukalapak berdiri, Zaky menyatakan mengundurkan diri dan peran tersebut dipegang oleh Rachmat Kaimuddin yang pada 6 Januari 2020 mendatang bakal memulai tantangannya sebagai CEO Bukalapak.

Berikut surat perpisahan yang ditulis Achmad Zaky kepada para karyawan Bukalapak:


Teman-teman Bukalapak yang saya sayangi,

Tepat 10 tahun lalu perusahaan tempat teman-teman bekerja ini hanyalah sebuah gagasan, tidak pernah terbayangkan kita bisa sampai sebesar ini sekarang. Kami waktu itu hanyalah anak muda seperti kebanyakan anak muda lainnya yang tidak memiliki apa-apa baik itu pengalaman ataupun modal uang. Kami memulai semua ini dengan modal mimpi, harapan, dan niat mulia. Mimpi dan niat mulia agar kami tidak sekedar hidup untuk diri sendiri saja, tapi juga bagaimana kita bisa menghidupi orang lain.

Hari ini, saya bangga dan sangat bahagia sekali Bukalapak telah memberikan manfaat ke jutaan masyarakat utamanya usaha kecil di seluruh Indonesia. Dari sisi finansial juga semakin mantap, pertumbuhan yang masih di atas 100% per tahun dengan EBITDA yang terus mengalami perbaikan. Saya selalu berdoa agar kita selalu diberikan kekuatan dan kekompakan untuk menjaga titipan dan amanah dari yang Di Atas ini seterusnya dan selamanya. Amien.

Tentunya semua prestasi yang kita raih selama ini tidak akan tercipta kalau bukan karena kerja keras dan gotong-royong teman-teman semuanya. Sebagai pendiri sekaligus karyawan dengan masa kerja paling lama di kantor ini, saya merasakan betul aura kegigihan, kekompakan, dan semangat teman-teman untuk menciptakan perubahan bagi banyak orang. Kalian lah yang menjadi semangat saya selama ini berangkat bekerja di pagi hari dan pulang larut malam. Setiap berinteraksi dengan teman-teman semua, saya jadi lebih semangat karena selalu belajar hal baru dan mendapatkan ide/masukan baru. Berkat interaksi ini pulalah perusahaan ini menjadi semakin baik dari waktu ke waktu.

Saya masih teringat, dulu di tahun-tahun awal gaya manajemen kita masih ala kos-kosan, misalnya web down 3 hari, kita masih santuy. Kemudian kita perbaiki lagi jadi ala ruko. Dari waktu ke waktu manajemen kita kian modern dan saya bisa bilang kini perusahaan ini sudah menerapkan best practice perusahaan teknologi kelas dunia. Saya mewakili pendiri dan pimpinan perusahaan mengucapkan apresiasi dan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kontribusi tak terhingga teman-teman ini.

Dengan semakin matangnya perusahaan ini, saya bersama para pendiri, Fajrin dan Xinuc, merasa perlu melakukan suatu usaha-usaha untuk membawa perusahaan ini menjadi lebih berkembang lagi sehingga manfaatnya bisa semakin besar. Salah satunya adalah regenerasi kepemimpinan. Mungkin teman-teman semua telah merasakannya beberapa tahun belakangan ini dimulai dari tahun 2016 (saat dimana kita tumbuh 5-7x lipat setahun) dengan hadirnya Willix sebagai COO, kemudian tahun-tahun berikutnya hadir Natalia sebagai CFO, kemudian Teddy sebagai Chief Strategy, dan terakhir Bagus sebagai Chief Talent. Mereka adalah eksekutif-eksekutif terbaik di bidangnya masing-masing. Selain itu kita juga terus mempercepat regenerasi dari jajaran pemimpin senior dan menengah. Semua datang dari perusahaan terbaik dan membawa pengalaman terbaiknya untuk ditularkan ke kita semua. Alhamdulilah semua proses regenerasi ini berjalan lancar hingga hari ini tanpa suatu halangan apapun.

Domain .id Dinilai Layak Go International

Nama domain .id dinilai layak untuk go international karena mempunyai keunikan dan dianggap bisa merepresentasikan Idea dan Identity.

"Itu (ekspansi ke pasar internasional) langkah yang tepat karena memang (nama domain .id) unik. Tapi jangan lupa juga terus branding di dalam negeri," ungkap pengamat teknologi informasi Onno W. Purbo, dalam keterangan yang diterima detikINET.

Menurut data Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi), hingga pertengahan 2019, total pengguna domain .id mencapai 318.090 di seluruh dunia, dengan rincian 304.126 di dalam negeri (95,61%) dan 13.964 pengguna (4,39%) di luar negeri.

Mengacu pada jumlah tersebut penggunaan nama domain .id di dalam negeri masih relatif rendah apabila dibandingkan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 267 juta jiwa.

Terkait hal itu, Onno menilai bahwa ekspansi pasar domain .id ke luar negeri dinilai tepat. Pasalnya, dengan keunikannya, domain .id dianggap dapat sejajar dengan beberapa domain unik dunia seperti .tv (Tuvalu) dan .me (Montenegro).

"Keunikan tersebut yang dapat menjadi branding utama," tambahnya.

Terganjal regulasi pemerintah
Di tengah rencananya untuk ekspansi pasar, Pandi masih terganjal regulasi pemerintah, yakni Permen Kominfo Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Nama Domain, atau PP Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, yang mengharuskan Pandi untuk hanya bekerjasama dengan registrar berbadan hukum Indonesia.

Merespon hal tersebut, Onno mendorong registrar dalam negeri pun untuk turut melebarkan sayapnya di pasar internasional guna mengakomodir ekspansi pasar domain .id di seluruh dunia.

"Itu 'kan dapat mengakomodir Pandi untuk tetap go international tanpa mesti terbentur regulasi pemerintah," pungkasnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Ketua Dewan Pengurus Pandi Yudho Giri Sucahyo mengungkapkan, pihaknya menargetkan penambahan hingga 800 ribu pengguna baru selama 2019, gabungan dari pasar domestik dan internasional.

"Tentunya selain terus mendorong dukungan dari pemerintah, kami pun telah berupaya dengan merancang kegiatan kampanye," pungkasnya.

Surat Perpisahan Eks CEO Bukalapak Achmad Zaky Untuk Karyawan

Eks CEO Bukalapak Achmad Zaky mengirimkan surat perpisahan yang menyentuh kepada para karyawannya. Dalam surat tersebut, Zaky bercerita bagaimana membangun Bukalapak dari nol hingga sebesar saat ini.

Sebelumnya menjadi bagian startup yang bergelar unicorn, Zaky ingat betul bagaimana ia bersama para pendiri lainnya, Fajrin Rasyid dan Nugroho Herucahyono (Xinuc) mendirikan Bukalapak dari kosan. Seiring dilakukan perbaikan hingga menerapkan best practice perusahaan teknologi kelas dunia, perusahaan ini semakin menggaung di dunia startup.

Semua itu, disampaikan Zaky, berkat andil dari para karyawan Bukalapak yang dikatakannya punya kegigihan, kekompakan, dan semangat untuk menciptakan perubahan bagi banyak orang.

Di tahun ke-10 Bukalapak berdiri, Zaky menyatakan mengundurkan diri dan peran tersebut dipegang oleh Rachmat Kaimuddin yang pada 6 Januari 2020 mendatang bakal memulai tantangannya sebagai CEO Bukalapak.