Kamis, 05 Desember 2019

Putus Cinta, Gadis di Pinrang Sulsel Nekat Gantung Diri

Seorang gadis berusia 19 tahun di Desa Lero, Kecamatan Suppa, Pinrang, Sulsel, ditemukan tewas dengan kondisi tergantung di rumahnya. Jenazah gadis belia itu ditemukan oleh SF, ayah korban sendiri.

"Kemudian saksi (SF) berteriak memanggil istri dan tetangga minta tolong membantu menurunkan korban dari gantungan," ujar Kasatreskrim Polres Pinrang AKP Dharma Negara, Jumat (22/11/2019) dini hari.

Korban mulai ditemukan gantung diri saat ayahnya pulang ke rumahnya, Kamis (21/11) sekitar pukul 16.00 Wita.

"Saksi (SF) memeriksa napas korban dan ternyata korban sudah meninggal, kemudian (korban) diangkat ke atas rumahnya," sebut Dharma.

Polisi yang mendatangi lokasi kejadian menduga korban mengakhiri hidupnya karena diduga putus cinta dengan kekasihnya.

"Ini dugaan saja mungkin pacarnya dia mau putuskan sehingga dia (korban) Nekat," ujar Kapolsek Suppa, AKP Muhammad Yusuf Badu, saat dimintai konfirmasi terpisah.

Dugaan persoalan asmara tersebut, kata AKP Yusuf, dikarenakan polisi melihat sepintas pesan WhatsApp korban kepada kekasihnya yang mengancam akan bunuh diri.

Namun polisi mengaku masih perlu mendalami kemungkinan motif tersebut lantaran pesan WhatsApp dimaksud hanya diintip polisi lewat notifikasi pesan WhatsApp. Handphone korban terkunci, paswordnya hanya korban yang tahu.

"Itu pertama di situ (isi pesan korban) bahwa saya mau bunuh (diri) ada tali saya siapkan," ujar AKP Yusuf.

"Iya begitu (hanya terlihat di notifikasi) karena tidak bisa dibuka," sambungnya.

Pria di Blitar Diduga Bunuh Diri dengan Setrumkan Listrik ke Jari

Seorang pria di Blitar ditemukan tewas dalam kondisi penuh darah. Dengan tangan yang memegang kabel listrik, ia diduga sengaja bunuh diri.

Seperti data yang dihimpun pihak kepolisian, pria itu bernama Isnan (58). Ia merupakan warga Dusun Sumberejo, Desa Jabung, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Mayat korban ditemukan pertama kali oleh Widi, tetangga yang menolong istri korban masuk rumahnya yang dikunci dari dalam. Menurut Widi, sekitar pukul 06.00 WIB, ia mendengar suara Isnan menangis.

Namun bagi Widi, itu hal yang biasa dilakukan Isnan hampir tiap hari. Korban kerap bertengkar dengan istrinya yang baru saja pulang sebagai TKW di Singapura.

Ketika istri Isnan pulang mengantar cucunya sekolah di Wlingi, Widi dimintai tolong untuk mencungkilkan jendela karena semua pintu terkunci dari dalam. Begitu Widi berhasil mencongkel salah satu jendela, istri Isnan memintanya menengok ke dalam kamar suaminya.

"Saya lihat sudah terkapar berdarah-darah begitu. Tangannya memegang kabel listrik. Sepertinya sudah meninggal itu," tutur Widi pada beberapa wartawan di lokasi, Senin (11/11/2019).

Begitu melihat pemandangan mengerikan itu, Widi keluar membuka pintu dan meminta pertolongan warga sekitar. Mereka melaporkan kondisi Isnan ke Polsek Talun.

Setelah menerima laporan tersebut, polisi langsung melakukan olah TKP. Ada beberapa barang yang ditemukan di dekat jasad korban.

"Kami menemukan silet di dekat tubuh korban. Dan beberapa bagian tubuhnya tersayat. Yakni bagian kaki dan wajah. Sementara jari tangan kiri terlilit kabel yang masih tersalur ke colokan," jelas Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Sodik Effendi.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan secarik kertas yang ditempelkan di dinding. Isinya, berupa pesan agar jenazahnya dikubur di depan rumah. Dan korban sayang pada anak, istri dan cucunya.

"Jenazah kami bawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk diautopsi," pungkasnya.

Istri Muda di Aceh Racuni Anak hingga Tewas, Bakar Mobil Suami Lalu Bunuh Diri

Seorang istri kedua atau istri muda di Aceh Tengah, Aceh NS (30) tega meracuni anaknya yang berusia satu tahun. Setelah anaknya tewas, dia mendatangi rumah suaminya dan membakar mobil lalu bunuh diri.

"Kedua korban yaitu ibu dan anak diduga meninggal karena meminum racun babi. Mulut keduanya berbusa," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah, Iptu Agus Riwayanto Diputra saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (29/11/2019).

Insiden itu bermula pada Kamis (28/11) kemarin sekitar pukul 06.00 WIB saat suami korban terbangun karena terjadi kebakaran mobil. NS dan suaminya berinisial S tidak tinggal serumah.

Suami korban beserta istri pertama atau istri tuanya keluar rumah dan melihat gudang serta mobil ludes terbakar. Polisi yang mendapat laporan meluncur ke rumah suami korban di Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah.

Ketika sedang melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi melihat sesosok mayat perempuan yang berjarak sekitar 15 meter dari lokasi kebakaran. Mayat perempuan tersebut ditemukan di bawah pohon kopi dalam posisi telentang dengan kondisi mulut berbuih.

"Mayat wanita tersebut diketahui sebagai istri muda S. Korban diduga bunuh diri," jelas Agus.

Tak lama berselang, polisi mendatangi rumah NS untuk melakukan pengecekan. Di sana, ditemukan anak NS yang berusia satu tahun sudah meninggal dalam ayunan dengan kondisi mulut berbuih.

Di rumah NS juga ditemukan bekas bungkus racun babi yang ditaruh di dapur. Racun tersebut sudah terbuka dan sisanya ada di dalam gelas.

"Kita menduga NS mencampurkan racun tersebut ke dalam dot susu bayi dan memberikan kepada anaknya," ungkap Agus.

Berdasarkan keterangan dokter yang melakukan visum, kata Agus, bayi tersebut diperkirakan sudah meninggal sekitar delapan jam. Tidak ditemukan bekas penganiayaan pada tubuh korban.

Agus menerangkan, sebelum ditemukan tewas bunuh diri di rumah suaminya, NS sempat meminta bantuan pada tetangganya sekitar pukul 05.30 WIB. NS meminta tolong diantarkan ke rumah suaminya dengan menggunakan motor.

"NS juga berpesan kepada saksi untuk melihat anaknya apabila menangis," beber Agus.


Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Sebelum Tewas, Pemuda Blitar Posting Rencana Bunuh Dirinya di Facebook

Nama Saikhul Said jadi bahan perbincangan netizen Blitar. Sebelum jasadnya ditemukan mengambang di Sungai Brantas, pemuda 24 tahun itu ternyata mem-posting rencananya meninggalkan dunia melalui akun medsosnya.

Penelusuran detikcom, korban mem-posting rencana bunuh dirinya di akun saikhul18 pada Jumat (22/11/2019) pukul 15.40 WIB. Dia menulis narasi seperti ini,

"perjalanan kepedihan kesulitan kesusahpayahan telah saya dapat
sekarang waktunya saya kembali Lillahirobbi
Innalillahi wa inna ilaihirojiun
Orang yang pernah anda lihat sekarang akan terlewat
Akun yang anda buat hanyalah fiktif dan penulis akan menjalankan titahnya untuk mendapat kebebasan di akhirat kelak...".

Posting-an ini baru mendapat beragam komentar netizen setelah jasad Saikhul Said ditemukan mengambang di Sungai Brantas, Selasa (26/11) pukul 10.15 WIB.

Beberapa netizen menanyakan apakah ini benar Saikhul yang ditemukan tewas itu. Dan beberapa netizen yang menjawab sebagai teman korban semasa di MTs membenarkannya.

Namun banyak di antara mereka yang mengecam perbuatan nekadnya. Seperti akun gradak jaya yang berkomentar, "Cetak pikiranmu kurang sembayangmu marang Gusti Alloh makane koe pengen muleh nrabas jalan salah (pendek pikiranmu kurang sembahyang pada Tuhan YME, hingga ingin mencari jalan pintas untuk kembali menghadapNya)".

Senada yang ditulis akun Bimbin dengan komentar, "Nalare kurang dowoo bro...(nalarnya kurang panjang)".

"Kami masih akan cek apakah benar itu akun korban," jawab Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Sodik Effendi saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (27/11/2019).

Jasad Saikhul ditemukan warga di Sungai Brantas wilayah Glondong, Desa Satreyan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Pemuda 24 tahun itu diduga nekad terjun ke Brantas setelah bertengkar dengan ibunya.

Keterangan beberapa saksi, korban sakit hati karena kakinya terinjak sang ibu saat masih tidur. Dia dilaporkan minggat dari rumah pada Senin (25/11/2019) sekitar pukul 09.00 WIB dengan naik motor.